Aston Villa Menjuarai Liga Europa Setelah Mengalahkan Freiburg
Klub asal Inggris Aston Villa sukses mengakhiri penantian trofi Eropa selama 44 tahun setelah menundukkan wakil Jerman Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final Liga Europa di Tupras Stadyumu, Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan telak Aston Villa dipastikan melalui sumbangan gol dari Youri Tielemans dan Emiliano Buendia pada babak pertama, sebelum akhirnya Morgan Rogers menambah keunggulan tim pada babak kedua. Gelar ini menjadi trofi Eropa pertama bagi klub asal Birmingham tersebut sejak mereka menjuarai Piala Champions pada tahun 1982 silam.
Selain mengakhiri puasa gelar, keberhasilan ini sekaligus menegaskan status manajer Unai Emery yang kini mengoleksi lima trofi Liga Europa dan menyamai rekor penampilan Carlo Ancelotti di final kompetisi mayor Eropa. Sebelum laga bergulir, statistik Opta memberikan probabilitas kemenangan sebesar 56,5 persen untuk Aston Villa, berbanding 19,4 persen bagi Freiburg yang baru pertama kali menembus final Eropa.
Pemain depan Aston Villa Morgan Rogers mengungkapkan kebahagiaannya setelah mencetak gol penutup dan membawa timnya mencatatkan sejarah baru bagi klub serta para pendukung.
"Kami bekerja keras untuk ini. Kami bisa tampil bagus dan menang. Momen membahagiakan untuk fans, klub. Kami akan tercatat dalam sejarah. Manajer bilang kepada saya untuk mencetak gol yang simpel-simpel saja dan masuk ke kotak penalti. Saya senang bisa mencetak gol. Saya lelah, tapi gak lelah-lelah banget. Hasilnya akhirnya sepadan," ujar Rogers seperti dikutip situs resmi UEFA.
Kapten tim Aston Villa John McGinn juga merasakan emosi yang mendalam mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui klub hingga mampu bangkit dan meraih kejayaan tertinggi di Istanbul.
"Sejujurnya, saya tidak percaya. Apa yang telah kami lalui sebagai sebuah klub, klub ini hampir berada dalam kondisi yang sangat buruk tujuh tahun ago," kata McGinn kepada TNT Sports.
Gelandang berusia 31 tahun tersebut menambahkan bahwa momen mengangkat trofi kompetisi kasta kedua Eropa ini menjadi pencapaian paling membanggakan di sepanjang karier sepak bola profesionalnya.
"Ini sangat berarti. Berada di sini, pada tahun 2026, sebagai kapten Aston Villa sungguh luar biasa. Ini adalah malam paling membanggakan dalam karier saya. Saya akan mencoba menikmatinya. Saya suka berpesta, tetapi saya akan bersantai untuk mencoba menikmati semuanya," ucapnya.
McGinn juga merasa bangga karena akhirnya bisa menyusul kesuksesan rekan-rekannya yang sudah lebih dulu merasakan atmosfer mengangkat trofi bergengsi di benua Eropa.
"Di usia 31 tahun, di final Eropa pertama saya, saya telah melihat teman-teman saya Grealish dan Robertson menang. Sekarang giliran saya. Ini sangat istimewa, saya akan menghargai setiap menitnya," lanjut McGinn.
Di kubu lawan, pelatih Freiburg Julian Schuster sebenarnya sempat menyatakan kesiapannya dan mengaku tidak merasa gugup untuk menghadapi skuad Aston Villa yang dinilainya sangat luar biasa menjelang laga final tersebut.
"Villa has an outstanding squad. It's incredible how they work in such harmony, and they have a clear plan in every individual phase of the match," tutur Schuster kepada wartawan sebelum pertandingan.
Schuster menyoroti pencapaian luar biasa yang diraih oleh anak asuhnya yang mampu melangkah jauh hingga ke partai puncak Eropa, meskipun klub tersebut sempat berkompetisi di divisi kedua Jerman pada musim 2015/2016.
"It will be a huge and great challenge for us tomorrow. It is very special. We've recently been in the second division and now are going to play a European final," ungkap Schuster.
Meskipun menghadapi tim yang dipimpin oleh pelatih berpengalaman seperti Unai Emery, Schuster menegaskan rasa percaya diri yang tinggi terhadap kualitas yang dimiliki oleh para pemain Freiburg.
"I have so much confidence in my team, and they give me that belief because there's so much quality," tegas Schuster.
Rasa percaya diri serupa juga sempat disuarakan oleh gelandang Freiburg Maximilian Eggestein yang menegaskan bahwa fokus utama timnya hanyalah menganalisis taktik permainan Aston Villa saat ini.
"We're aware that [Unai Emery] is the most successful coach in the history of the tournament, but that was with Sevilla and Villarreal, so we haven't analysed that – only his Aston Villa team is relevant to us," kata Eggestein.
Eggestein menambahkan bahwa seiring berjalannya kompetisi, seluruh elemen tim Freiburg mulai menumbuhkan keyakinan besar untuk bisa melaju hingga ke babak final Liga Europa.
"At the start of the competition, we didn't think we might end up playing in the final. It just happened that way. As the season went on, we started to believe that we could do it," jelas Eggestein.
Pemain tengah tersebut menyatakan rasa bangganya atas pencapaian historis klub dan berharap bisa membawa pulang trofi untuk melengkapi sejarah bagi kota mereka.
"We're very proud to be here, and we hope we can take that final step tomorrow and make our city very proud," tambah Eggestein.
Keberhasilan Aston Villa ini juga membawa dampak langsung bagi peta persaingan di Liga Inggris, di mana Liverpool ikut mendapatkan keuntungan besar dalam perburuan tiket ke Liga Champions musim depan. Liverpool yang kini ditangani Arne Slot otomatis lolos jika mampu mempertahankan peringkat kelima pada laga pamungkas melawan Brentford di Stadion Anfield, Minggu (24/5/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow