AHM Sebut Honda Kini Sudah Layak Jadi Motor Nasional, Ini Alasannya
PT Astra Honda Motor (AHM) mengklaim sepeda motor Honda yang diproduksi di Indonesia sudah layak disebut sebagai motor nasional.
Klaim tersebut didasarkan atas kontribusi perusahaan selama 55 tahun di Indonesia, total produksi yang menembus 100 juta unit, serta keterlibatan hampir 3 juta keluarga dalam ekosistem industrinya.
Executive Vice President Director AHM Thomas Wijaya menyampaikan hal ini saat membahas ketahanan industri sepeda motor di Belitung pada Sabtu (11/7).
"Jadi kita itu produknya itu kalau dibilang bahwa kita itu sebenarnya sudah motor Indonesia lah, sudah motor nasional," kata Thomas Wijaya, Sabtu (11/7).
"Kenapa? Karena tadi sudah melibatkan hampir 3 juta keluarga, kemudian kita itu sudah berinvestasi 55 tahun, kita juga sudah memproduksi 100 juta ataupun kita sudah melayani konsumen domestik, itu juga sudah 100 juta konsumen," lanjut Thomas Wijaya, Sabtu (11/7).
Rekam Jejak Produksi dan Jaringan Domestik
Perusahaan yang awalnya bernama Federal Motor ini lahir pada 11 Juni 1971 dan genap berusia 55 tahun pada tahun ini. Catatan produksi lokalnya mencapai 1 juta unit pada 1981 dan menyentuh 50 juta unit pada 2015.
Berikut adalah lini masa pencapaian volume produksi sepeda motor Honda di pasar domestik Indonesia:
| Tahun | Pencapaian Produksi |
|---|---|
| 1981 | 1 Juta Unit |
| 2015 | 50 Juta Unit |
| 2026 | 100 Juta Unit |
Thomas memaparkan bahwa industri motor Honda memberikan dampak ekonomi yang masif dari hulu ke hilir dengan melibatkan jutaan keluarga dan ribuan pemasok lokal.
"Belum kita juga terlibat di dalam ekosistem ini ada ratusan supplier tier 1, bahkan juga ada 1.500, 1.600 supplier tier 2 dan 3," jelas Thomas Wijaya, Sabtu (11/7).
Kandungan Lokal dan Indikator Ekonomi
Rantai pasok domestik yang kuat membuat tingkat komponen lokal atau pembelian lokal PT Astra Honda Motor saat ini diklaim sudah mencapai hampir 100 persen.
Jaringan pemasaran dan pelayanan AHM kini diperkuat oleh ribuan titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk menjangkau konsumen secara langsung.
| Jenis Jaringan | Jumlah Fasilitas |
|---|---|
| Main Dealer & Dealer | Lebih dari 1.000 jaringan |
| Bengkel Resmi | Lebih dari 3.000 bengkel |
| Toko Suku Cadang | 7.000 hingga 8.000 toko |
Klaim motor nasional ini diutarakan sebagai bagian dari bukti ketangguhan industri roda dua dalam menopang mobilitas serta produktivitas harian masyarakat.
"Jadi itu yang membuat salah satunya sepeda motor itu memang sangat resilient. Jadi bisa menjadi salah satu indikasi ekonomi, katakanlah ya," tutur Thomas Wijaya, Sabtu (11/7).
"Jadi memang benar-benar kita sudah membangun lah, kita membangun masyarakat, membangun ekonomi, membangun bangsa kita bersama-sama," ucap Thomas Wijaya, Sabtu (11/7).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow