Athos Salomé Ramalkan Ketegangan Timur Tengah dan Rusia di 2026

Smallest Font
Largest Font

Peramal asal Brasil, Athos Salomé, yang dikenal sebagai 'Nostradamus hidup', memprediksi ketegangan yang meningkat di Timur Tengah dan potensi konfrontasi antara Rusia dan NATO di Arktik pada tahun 2026, dilansir dari Detik iNET.

Salomé yang telah meramalkan berbagai peristiwa besar termasuk pandemi COVID-19 dan wafatnya Ratu Elizabeth, mengungkapkan 10 prediksi untuk 2026 pada Desember lalu. Ia memperkirakan ketegangan antara Iran dan Israel akan mencapai titik kritis terutama pada kuartal kedua 2026 terkait pengayaan uranium Iran.

"Ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan mencapai titik kritis," ujar Salomé, yang menyebut dirinya sebagai 'parapsikolog'.

Selain itu, Salomé juga mengklaim berhasil memprediksi kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0 di final Piala Dunia, menegaskan Spanyol sebagai kandidat juara paling mungkin meski banyak yang memprediksi Portugal atau negara lain.

"Sementara banyak peramal dan komentator di seluruh dunia memprediksi Portugal atau negara lain yang akan mengangkat trofi, saya berhasil mengidentifikasi para finalis dan berulang kali menegaskan bahwa Spanyol adalah kandidat juara yang paling mungkin," ujarnya.

"Hasil akhirnya kini telah membuktikan kebenaran prediksi tersebut," tambah Salomé.

Ramalan lain dari Salomé menyangkut situasi ketegangan yang melibatkan Rusia. Ia menyatakan Rusia sedang memindahkan sistem rudal ke wilayah strategis di Arktik, meningkatkan kemungkinan konfrontasi langsung dengan NATO saat mencairnya es laut pada 2026.

"Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya konfrontasi langsung dengan NATO saat es mencair pada tahun 2026, sebuah masa ketika jalur pelayaran baru dan cadangan energi dapat memainkan peran krusial," tuturnya.

Sejalan dengan itu, pakar risiko nuklir Carl Parkin dalam Foreign Policy Research Institute menyebut bahwa pencairan es laut membuka peluang bagi Rusia untuk memanfaatkan keuntungan ekonomi di Arktik sekaligus memperkuat kehadiran militernya di wilayah tersebut.

Namun, Parkin juga mengingatkan bahwa pencairan es membuat senjata nuklir Rusia menjadi lebih rentan. "Sekutu harus mampu menyeimbangkan langkah secara cermat antara memanfaatkan kerentanan ini secara tepat dan menghindari reaksi berlebihan dari pihak Rusia," tulis Parkin, peneliti Existential Risk Lab Universitas Chicago.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed