Aturan Transportasi Umum Singapura Picu Keluhan Warga Bawa Durian

Smallest Font
Largest Font

Aturan larangan membawa durian di moda transportasi umum Singapura memaksa seorang warga bernama Anwar berjalan kaki selama 20 menit setelah ditolak naik ke dalam bus pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kebijakan pengelola transportasi SMRT yang melarang pembawaan durian tanpa kemasan vakum di dalam ruang berpendingin udara dinilai memberatkan masyarakat yang tidak memiliki mobil pribadi. Penolakan tersebut memicu desakan agar penyedia sarana publik menyediakan solusi praktis bagi para penumpang, sebagaimana dilansir dari Detik Food.

Anwar mengungkapkan kendala keterbatasan akses angkutan publik bagi warga yang ingin membawa buah berduri tersebut ke rumah.

"Bagaimana cara membawa durian pulang jika Anda memiliki kendaraan pribadi?" ujar Anwar.

Kondisi ini dinilai membatasi kebiasaan warga lokal yang kerap menjadikan durian sebagai hidangan bersama keluarga. Warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi akhirnya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa taksi, menikmati buah di tempat penjualan, atau bahkan membatalkan pembelian.

"Bagi warga berpenghasilan lebih rendah yang mengandalkan bus umum, hambatan membeli durian menjadi besar. Mereka tidak bisa naik bus dengan membawa buah durian segar sehingga harus menghadapi pilihan yang sulit," katanya.

Pengelola transportasi umum menerapkan aturan ketat tersebut guna menjaga kenyamanan penumpang dari aroma durian yang kuat di dalam ruang tertutup. Anwar mengusulkan agar para penjual durian di pasar dapat menyediakan fasilitas pengemasan vakum yang terstandar agar buah tetap bisa diangkut tanpa mengganggu pengguna jalan lain.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed