Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix dan AEG Presents
Perusahaan Hyde Lane yang menaungi band heavy metal Demon Hunter resmi mengajukan gugatan terhadap Netflix dan AEG Presents di pengadilan federal Amerika Serikat pada 18 Agustus 2026. Gugatan tersebut dilayangkan atas dugaan pelanggaran merek dagang terkait perilisan film animasi KPop Demon Hunters dan rencana tur konser global pada 2027.
Hyde Lane menuduh penggunaan nama Demon Hunters oleh Netflix dan promotor AEG Presents menciptakan kebingungan besar di kalangan konsumen. Band asal Seattle yang dibentuk sejak tahun 2000 tersebut mengklaim bahwa kepemilikan merek dagang mereka, yang telah terdaftar untuk layanan musik dan merchandise, menghadapi ancaman krisis eksistensial akibat kesuksesan film animasi tersebut.
Pihak Demon Hunter mengungkapkan bahwa kekacauan telah terjadi di lapangan, termasuk adanya orang tua yang tak sengaja membeli tiket konser band metal mereka seharga 500 dolar AS karena mengira pertunjukan tersebut merupakan acara KPop Demon Hunters untuk anak-anak. Selain itu, produser program televisi Inside Edition juga dilaporkan sempat salah menghubungi manajemen band untuk mewawancarai penulis lagu film garapan Netflix.
Gugatan dari Hyde Lane menegaskan dampak serius yang dihadapi oleh grup musik tersebut atas penggunaan nama yang hampir identik tanpa izin resmi.
"Merek Hyde Lane yang telah dibangun dengan cermat selama seperempat abad terakhir kini menghadapi krisis eksistensial, sehingga mengharuskan pengajuan gugatan ini dan pemberian ganti rugi yang diminta dari Pengadilan ini," bunyi dokumen gugatan hukum tersebut.
Melalui gugatan hukum tersebut, Demon Hunter meminta hakim melarang penggunaan nama KPop Demon Hunters pada produk musik, barang dagangan, maupun promosi konser pertunjukan langsung. Mereka juga menuntut ganti rugi finansial yang jumlahnya akan ditentukan dalam proses persidangan.
Di sisi lain, Netflix menyatakan siap mempertahankan posisi hukumnya di hadapan majelis hakim pengadilan.
Merespons tudingan tersebut, pihak Netflix menegaskan bahwa klaim yang diajukan band asal Seattle itu sama sekali tidak beralasan. Raksasa hiburan ini menyatakan siap menghadapi proses hukum dan membela diri secara agresif di pengadilan.
Sementara itu, pihak perwakilan hukum dari grup musik metal tersebut memilih untuk membatasi komentar publik selama proses peradilan berjalan.
Pengacara yang mewakili Demon Hunter, John Tehranian dari firma One LLP, menolak memberikan keterangan lebih lanjut terkait gugatan yang berjalan.
Film animasi KPop Demon Hunters sendiri tayang pertama kali di Netflix pada Juni 2025 dan berhasil menjadi film paling banyak ditonton dalam sejarah platform tersebut dengan meraih dua piala Oscar. Sukses besar film ini mendorong Netflix bermitra dengan AEG Presents pada Mei 2026 untuk menggarap proyek tur konser pertunjukan langsung secara global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow