Banjir Bandang Nepal Tibet Telan 95 Jiwa dan Ratusan Turis Hilang
Penyelidikan ilmiah dan upaya pencarian intensif terus dilakukan menyusul banjir bandang serta tanah longsor yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8/2026), yang telah merenggut sedikitnya 95 korban jiwa dan menyebabkan 384 wisatawan hilang.
Kementerian Kebudayaan, Pariwisata, dan Penerbangan Sipil Nepal mencatat sebanyak 341 dari total ratusan warga asing yang hilang masih belum ditemukan di sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi. Pemerintah daerah di Distrik Rasuwa mengimbau para turis di sekitar area terdampak untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Analisis gambar satelit oleh para ilmuwan menunjukkan bahwa bencana ini dipicu oleh runtuhnya bagian gletser dan material batuan besar yang jatuh ke Sungai Lhende Khola. Peristiwa tersebut bertepatan dengan guncangan gempa bermagnitudo 4,4 yang terdeteksi oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) di perbatasan kedua negara pada pukul 08.37 waktu setempat.
"Gempa yang dilaporkan tersebut kemungkinan besar merupakan energi seismik yang dilepaskan oleh tanah longsor," kata Daniel Shugar, Ahli Geologi dari Universitas California.
Shugar menjelaskan bahwa proses analisis penyebab secara menyeluruh akan memerlukan waktu beberapa minggu. Namun, tim peneliti meyakini bongkahan es dan batuan berukuran sangat besar runtuh dan jatuh ke lembah.
"Hal yang sulit diselaraskan adalah volume air yang sangat besar yang kita lihat dalam video-video yang sangat mengerikan ini," ujar Daniel Shugar, Ahli Geologi dari Universitas California.
Tim peneliti menduga campuran es dan batu meluncur deras ke bawah pegunungan sembari membawa sedimen yang sudah jenuh air akibat musim monsun. Suhu global yang meningkat di kawasan Himalaya turut mempercepat ketidakstabilan material batuan dan gletser.
Di sisi lain, pakar geomorfologi menilai kecil kemungkinan bencana ini disebabkan oleh jebolnya bendungan danau gletser. Penelitian awal menunjukkan tidak ada danau besar di hulu jalur banjir.
"Sejauh ini, citra satelit menunjukkan bahwa tidak ada danau besar di hulu jalur banjir, yang mengindikasikan bahwa luapan danau gletser dapat dikesampingkan," kata Wolfgang Schwanghart, Profesor Geomorfologi di Freie Universität Berlin.
Hingga saat ini, data dari Badan Pariwisata Nepal mencatat 142 warga negara India, 12 warga Inggris, 17 warga Malaysia, serta sejumlah pekerja pembangkit listrik tenaga air asal Korea Selatan termasuk dalam daftar korban yang masih dicari oleh tim penyelamat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow