Banjir Bandang Terjang Perbatasan China Nepal Ratusan Orang Tewas
Bencana banjir bandang dahsyat menerjang wilayah perbatasan China dan Nepal pada Rabu waktu setempat, hingga merenggut sedikitnya 150 korban jiwa. Peristiwa ini melanda kawasan pemukiman warga serta jalur peziarahan di kawasan Tibet. Data terkini menunjukkan jumlah korban tewas berpotensi terus meningkat seiring banyaknya warga yang dilaporkan hilang.
Selain itu, dilaporkan pula bahwa lebih dari 300 warga negara asing belum ditemukan di jalur perlintasan Gunung Kailash, termasuk minimal 47 warga Amerika Serikat. Arus air yang menerjang deras hingga menenggelamkan desa-desa diduga dipicu oleh longsoran tanah yang menyumbat aliran Sungai Bhote Koshi. Longsor tersebut memperparah dampak luncuran gletser yang patah dan jatuh ke area lembah di bawahnya.
Gelombang banjir ini turut memicu kekhawatiran para pakar mengenai proyek pembangunan bendungan raksasa di kawasan Himalaya. Seorang pengamat memberikan penjelasannya terkait risiko aktivitas seismik di wilayah pegunungan tersebut.
"Himalaya adalah pegunungan utama teraktif secara seismik di dunia, dengan catatan memicu gempa menghancurkan. Bagaimana peristiwa seismik yang moderat pun dapat memicu efek beruntun yang masif tergambar hari ini ketika getaran bermagnitudo 4,4 di sepanjang perbatasan Tibet-Nepal memicu bencana, dengan banjir bandang menyapu bersih desa-desa di Nepal," sebut Brahma Chellaney, Professor Emeritus of Strategic Studies at the Centre for Policy Research. Risiko kegagalan struktur akibat peristiwa seismik dinilai dapat mendatangkan ancaman banjir yang jauh lebih besar bagi wilayah-wilayah di kawasan hilir.
"Ini akan kembali menarik perhatian global terhadap kebodohan China yang bersikeras membangun bendungan terbesar dunia di tengah zona seismik Himalaya. Proyek yang terletak di sebelah perbatasan Indo-Tibet ini adalah 'bom air' yang menunggu waktu, yang dapat menenggelamkan timur laut India dan mendatangkan kehancuran lebih jauh ke hilir di Bangladesh," ujarnya di X. Hasil analisis Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengklarifikasi bahwa getaran berkekuatan magnitudo 4,4 yang terdeteksi bukan berasal dari gempa bumi. Getaran tersebut murni terpicu oleh getaran akibat longsoran es dan batuan masif yang meluncur ke Sungai Lhende Khola, anak sungai Bhote Koshi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow