Bank Indonesia Tahan Suku Bunga BI Rate Level 5 Komma 75 Persen
Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada Rabu (19/8/2026). Keputusan ini melingkupi penetapan suku bunga lending facility di level 6,5% dan deposit facility sebesar 4,75%.
Pertemuan tersebut menjadi Rapat Dewan Gubernur pertama yang dipimpin oleh Destry Damayanti selaku gubernur sementara Bank Indonesia. Destry melanjutkan kepemimpinan bank sentral setelah pengunduran diri Perry Warjiyo pada Juli 2026.
Bank Indonesia meluncurkan perluasan insentif swap lindung nilai sebesar 12,5% untuk mencakup pinjaman luar negeri perbankan serta investasi langsung asing (FDI). Kebijakan swap berjangka waktu maksimal 12 bulan dan masa kontrak hingga 3 tahun ini berlaku mulai pekan kedua September 2026 untuk dana masuk sejak 1 Juli 2026.
Guna mendukung pendalaman pasar valas, bank sentral memfasilitasi penyediaan likuiditas yuan China melalui Renminbi Clearing Bank yang ditargetkan beroperasi paling lambat kuartal keempat 2026. People's Bank of China telah menunjuk Bank of China sebagai bank kliring pertama, sementara proses administrasi bank kliring kedua dari BUMN sedang berlangsung.
Sektor pembayaran digital turut diperkuat melalui perluasan Kartu Kredit Indonesia segmen retail sejak 17 Agustus 2026 dan pemberlakuan merchant discount rate QRIS 0% untuk transaksi hingga Rp100.000 per 1 Oktober 2026. Di sisi perbankan, kelonggaran insentif pinjaman luar negeri diproyeksikan menopang likuiditas sistem serta menekan biaya dana.
Aliran modal asing tercatat masuk sebesar US$1,8 miliar sejak awal Agustus 2026 di tengah penurunan imbal hasil SRBI. Meski demikian, Bank Indonesia memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga The Fed sebanyak satu kali pada kuartal keempat 2026 serta mengantisipasi laju inflasi akhir tahun yang diproyeksikan Deputi Gubernur Aida S. Budiman sedikit melampaui 3% akibat dampak El Nino.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow