Barcelona Hadapi Lyon di Final Liga Champions Wanita di Oslo

Smallest Font
Largest Font

Barcelona dan Olympique Lyonnais bertanding memperebutkan trofi tertinggi sepak bola klub Eropa dalam babak final Liga Champions Wanita UEFA di Stadion Ullevaal, Oslo, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Pertemuan di ibu kota Norwegia ini menjadi edisi keempat bagi kedua klub raksasa di partai puncak, di mana Lyon menang pada 2019 dan 2022, sedangkan Barcelona unggul pada 2024. Kedua tim secara total telah mengoleksi 11 gelar juara, dengan masing-masing skuad juga baru saja mengamankan trofi liga domestik mereka musim ini.

Nadine Kessler, Direktur Sepak Bola Wanita UEFA, memberikan pandangannya mengenai rivalitas sengit kedua tim yang mendominasi panggung Eropa tersebut.

"The two greatest teams probably of all time," kata Nadine Kessler.

Nadine Kessler menambahkan bahwa Barcelona merupakan satu-satunya tim yang terbukti mampu bersaing dalam jangka panjang dengan Lyon yang memegang rekor delapan gelar juara.

"No team has marked European women's football more than Barca in the last few years," ujar Nadine Kessler.

Sementara itu, penyerang andalan Olympique Lyonnais, Ada Hegerberg, mengomentari tren positif timnya menjelang laga final di tanah kelahirannya setelah sukses menyabet Coupe de France dan Coupe LFFP.

"It’s been a few weeks now that we've been winning trophies," kata Ada Hegerberg kepada wartawan.

Ada Hegerberg menjelaskan bahwa ia dan kapten veteran Wendie Renard terus memotivasi rekan-rekan setimnya untuk tampil habis-habisan demi membawa pulang trofi kesembilan bagi Lyon.

"We need to keep riding this momentum. Wendie and I are just trying to tell the girls that they need to push themselves to the limit," tutur Ada Hegerberg.

Pemain asal Norwegia itu menegaskan keyakinannya terhadap kualitas dan kesiapan mental skuad Les Fenottes di pertandingan final ini.

"We're in a final and we're there to win. I’ve been in this situation before and I think we have what it takes. I have confidence in the team," ucap Ada Hegerberg.

Di kubu lawan, gelandang Barcelona Aitana Bonmati merefleksikan perjuangan panjangnya untuk pulih dari cedera patah tulang fibula kiri yang dideritanya sejak Desember tahun lalu.

"They were five very hard but gratifying months," ujar Aitana Bonmati mengenai masa-masa pemulihannya.

Pertandingan ini juga mempertemukan taktik pelatih Lyon, Jonatan Giraldez, yang merupakan mantan pelatih Barcelona, dengan suksesornya di Catalan, Pere Romeu. Selain memperebutkan trofi, pemenang laga ini akan membawa pulang bonus sebesar 500.000 euro, sedangkan tim yang kalah menerima 300.000 euro.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed