BEM SI Jateng Tuntut Perbaikan Rupiah yang Tembus 18 Ribu

Smallest Font
Largest Font

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bank Indonesia Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Jumat, 5 Juni 2026, guna mengkritik pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp18 ribu per dolar AS.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan protes dan menyampaikan orasi secara bergantian mengenai keresahan kondisi perekonomian nasional saat ini.

Pihak mahasiswa menyatakan bahwa kondisi pelemahan mata uang ini merupakan salah satu titik terendah dalam sejarah keuangan negara yang berdampak langsung pada masyarakat luas.

"Terhitung per hari ini, 5 Juni 2026, kurs nilai tukar rupiah telah melemah di angka Rp18.030 kurang lebih. Ini merupakan kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar paling lemah sepanjang sejarah Indonesia," kata Presiden BEM Politeknik Negeri Semarang, Kevin Kurnia Priambodo.

Kevin menilai kondisi ketergantungan terhadap barang impor memperparah dampak dari pelemahan nilai tukar mata uang domestik tersebut.

"APBN kita terhitung sampai hari ini masih menunjukkan angka defisit. Untuk negara Indonesia, sebagai negara berkembang, negara yang masih mengandalkan produk-produk impor, keadaan rupiah yang melemah akan semakin mencederai dan melemahkan ekonomi negara kita," ucap Kevin.

Menanggapi tuntutan dan ultimatum 18 hari yang dilayangkan mahasiswa melalui media sosial pada Minggu, 7 Juni 2026, Pemerintah Pusat memberikan respons resmi melalui Kementerian Sekretariat Negara di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026.

"Tentu kami menerima aspirasi tersebut sebagai sebuah masukan kepada pemerintah. Beberapa hari ini, Saudara saksikan bahwa kita betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita," ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Pemerintah menyatakan bahwa perbaikan struktur ekonomi memerlukan proses dan tidak bisa diselesaikan secara instan dalam batas waktu yang kaku.

"Kami yakin langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat dan kebijakan yang saling memperkuat, akan dapat mengatasi permasalahan ini," kata Prasetyo.

Prasetyo menyampaikan pandangannya mengenai batasan waktu yang diberikan oleh para mahasiswa dalam tuntutan mereka.

"Mohon maaf, ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semuanya bisa seperti itu," kata Prasetyo.

Pemerintah juga memberikan pandangan mengenai motivasi di balik pergerakan yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa tersebut.

"Yakinlah bahwa yang dimaksud oleh adik-adik ini adalah semangatnya. Semangat untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," pungkas Prasetyo.

Aspirasi dari perwakilan mahasiswa Jawa Tengah tersebut juga dikonfirmasi telah diterima secara resmi oleh pihak Istana melalui Mensesneg saat ditemui di Gedung Nusantara III.

"Ya tentunya kami menerima apa namanya, aspirasi tersebut ya. Sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah," kata Mensesneg Prasetyo Hadi sebagaimana dilansir dari SINDOnews.

Aksi demonstrasi ini sebelumnya diiringi ancaman pergerakan massa yang lebih besar dari BEM SI Jateng apabila tidak ada langkah konkret dalam stabilitas ekonomi nasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed