Benfica Hadapi Academico Viseu Tanpa Penonton di Estadio da Luz

Smallest Font
Largest Font

Benfica bertanding melawan Académico de Viseu pada laga pembuka Primeira Liga Portugal di Stadion Estádio da Luz, Lisbon, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Pertandingan ini harus digelar tanpa penonton akibat sanksi Otoritas Pencegahan Kekerasan Olahraga (APCVD).

Meskipun tribun stadion kosong, Benfica tetap menjalankan prosedur pra-pertandingan seperti penerbangan burung elang Vitória. Hanya tribun kepresidenan dan pers yang terisi dalam laga yang dipimpin wasit David Rafael Silva.

Pelatih Benfica, Marco Silva, menurunkan komposisi pemain yang sama saat mengalahkan Hearts 6-1. Kiper Samuel Soares tampil sebagai starter, Tomás Araújo menjabat kapten, dan Leandro Barreiro mencatatkan laga ke-100 bersama klub.

Académico de Viseu menjalani laga ini setelah absen 37 tahun dari kasta tertinggi Liga Portugal. Tim besutan Bruno Pinheiro tersebut menurunkan sejumlah pemain baru, termasuk kiper Ewerton dan penyerang Alejandro Mestanza.

Pelatih Benfica, Marco Silva, melontarkan kritik keras terhadap hukuman larangan menggelar laga dengan penonton tersebut.

"Sangat jelas bahwa kekuatan terbesar dari klub seperti Benfica adalah basis suporternya. Ketika hal itu dicabut dari kami, tentu saja kekuatannya akan berbeda," kata Marco Silva.

Silva menegaskan bahwa pengosongan stadion berkapasitas 65 ribu penonton itu tidak menyelesaikan akar masalah keamanan.

"Bukan dengan melarang penonton hadir di stadion dan menggelar pertandingan tertutup masalah akan selesai. Menjauhkan suporter dari sepak bola dilakukan oleh pihak yang tidak memahami olahraga ini," ujar Marco Silva.

Ia menambahkan bahwa ketidakhadiran pendukung juga merugikan tim tamu yang sedang merayakan momen promosi.

"Ini mengambil jalan yang tidak akan menyelesaikan apa pun dan menghilangkan alasan keberadaan kita di sini. Pertandingan sepak bola tanpa suporter bukanlah laga yang normal," kata Marco Silva.

Selain menyoroti sanksi tribun, Silva juga membedah potensi ancaman dari strategi permainan lawan.

"Salah satu ciri tim Bruno Pinheiro adalah organisasinya. Dia suka menguasai bola dan memiliki ide yang jelas dalam formasi 4-3-3 dengan peran gelandang yang bervariasi," tutur Marco Silva.

Benfica mengantongi modal impresif lewat kemenangan 5-0 atas St. Gallen dan 6-1 atas Hearts di kualifikasi Liga Europa. Tambahan lebih dari dua gol akan mencatatkan rekor gol kandang terbanyak Benfica pada awal musim abad ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed