BI Gandeng TNI AL Distribusikan Rupiah Layak Edar ke Wilayah 3T

Smallest Font
Largest Font

Bank Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut memperluas jangkauan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil di 19 provinsi untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar, Selasa (19/5/2026).

Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat pada tahun 2026 ini menargetkan jangkauan hingga 97 pulau di wilayah 3T, ditambah empat provinsi yang melaksanakan ekspedisi secara mandiri untuk menjangkau 18 pulau tambahan. Sepanjang tahun 2012 hingga 2025, sinergi ini telah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling yang menjangkau 766 pulau di seluruh Indonesia, termasuk pencapaian tahun 2025 dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar di 91 pulau.

Di Maluku Utara, Bank Indonesia mendistribusikan uang layak edar senilai Rp5 miliar ke Pulau Morotai, Batang Dua, Taliabu, Sanana, dan Obi menggunakan KRI Belati 622 selama enam hari pelayaran. Sementara di Nusa Tenggara Barat, ekspedisi ini melepas modal kerja penukaran sebesar Rp8,34 milar, meningkat 3,15 persen dari tahun lalu, menggunakan KRI Pulau Rimau-724 untuk menyusuri Pulau Moyo, Pusu Langgudu, Pulau Medang, Maringkik, dan Gili Gede sejak Senin (18/5/2026). Di tempat terpisah, KRI Bawal-875 jajaran Satrol Kodaeral XIV Sorong juga melaksanakan penyelamatan terhadap kapal SPOB TK II yang mengalami kendala propeler tersangkut jaring nelayan di perairan Teluk Bintuni pada Selasa (19/5/2026).

"Dari seluruh rangkaian tersebut, ERB Maluku Utara menjadi pelaksanaan ke-7 yang resmi diberangkatkan pada hari ini," ucap Handi Susila, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara kepada RRI.

Pihak Bank Indonesia juga memanfaatkan momentum penukaran uang kartal ini untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat kepulauan mengenai pengelolaan mata uang nasional.

“Cinta Rupiah dengan merawat dan menjaga Rupiah dengan baik, bangga Rupiah dengan menggunakannya dalam setiap transaksi tunai maupun non-tunai, serta paham Rupiah dengan menggunakannya secara bijak,” ujar Handi Susila, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara.

Pelaksanaan program kas keliling di daerah kepulauan ini didasarkan pada regulasi resmi negara mengenai mata uang guna merespons tantangan geografis Indonesia.

"Pada ekspedisi tahun ini, Bank Indonesia membawa modal kerja penukaran sebesar Rp8,34 milar," kata Raden Aga Nugraha, Analis Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang (DPU) BI.

Pemerintah daerah mengapresiasi kehadiran layanan kas keliling dan edukasi keuangan ini karena dinilai memberikan dampak keadilan yang merata hingga ke pelosok.

"Program ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan negara hadir secara adil hingga ke wilayah terpencil," ujar Lalu M Faozal, Asisten II Sekretariat Daerah NTB.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed