Aset Kripto Bitcoin Tembus Level US$75.740 di Pasar Asia
Aset kripto Bitcoin melonjak lebih dari 4% hingga menyentuh angka US$75.740 pada perdagangan awal Asia, Jumat (21/8). Lonjakan ini dipicu oleh pengumuman Departemen Keuangan AS terkait perluasan program pembelian kembali obligasi jangka panjang untuk menekan imbal hasil.
Kenaikan harga tersebut mencatatkan penguatan Bitcoin hingga hampir 20% dalam sepekan terakhir. Penguatan berlanjut setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pihak otoritas akan melipatgandakan nilai pembelian kembali obligasi negara.
Sentimen positif pasar juga terdongkrak oleh langkah Presiden Donald Trump yang menggelar pertemuan dengan para pimpinan industri kripto, termasuk dari Coinbase Global Inc. dan Payward Inc. Dalam kesempatan itu, Trump meminta Senat AS segera mengesahkan Clarity Act yang mengatur struktur pasar kripto.
Meskipun demikian, analis menilai dinamika harga mata uang digital tersebut lebih didorong oleh kebijakan moneter dan fiskal pemerintah setempat ketimbang regulasi pasar.
"Reaksi harga ini bukan tentang Clarity Act AS, seperti yang ditunjukkan banyak pelaku pasar," kata Matthew Sigel, Head of Digital Assets Research VanEck.
Ia menambahkan bahwa pergerakan pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh langkah kebijakan fiskal pemerintah AS.
"Ini tentang langkah Departemen Keuangan AS yang kembali memicu kekhawatiran terhadap dominasi fiskal," ujar Matthew Sigel, Head of Digital Assets Research VanEck.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow