BMKG Catat Dua Gempa Bumi Guncang Sulawesi dan Jawa Timur Pagi Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik mengguncang dua wilayah berbeda di Indonesia pada Sabtu (23/5/2026) pagi hari. Peristiwa alam tersebut terjadi di wilayah Semenanjung Minahasa, Sulawesi, serta kawasan pesisir Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan magnitudo yang bervariasi.
Berdasarkan data real-time dari BMKG, getaran pertama yang memiliki kekuatan lebih besar terdeteksi di wilayah Sulawesi. Lindu di kawasan ini memiliki kekuatan magnitudo 3,1 yang berpusat di area daratan atau perairan dangkal sekitar Semenanjung Minahasa.
Badan meteorologi mencatat bahwa parameter gempa di Sulawesi berada pada koordinat titik 0,23 Lintang Selatan (LS) dan 122,34 Bujur Timur (BT). Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengeluarkan laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.
Pihak BMKG merilis data teknis secara spesifik mengenai kedua peristiwa lindu yang terjadi dalam waktu berdekatan pada dini hari hingga pagi hari ini. Informasi ini disebarluaskan agar masyarakat di sekitar lokasi pusat getaran tetap waspada terhadap potensi kerentanan struktur bangunan.
Guncangan pertama di Jawa Timur terjadi sebelum waktu subuh dengan skala yang relatif kecil. Selang beberapa menit kemudian, aktivitas seismik yang lebih kuat berpindah dan menggetarkan wilayah utara pulau Sulawesi.
Berikut adalah rincian data teknis dari kedua peristiwa gempa bumi yang dihimpun langsung dari laporan resmi BMKG pada pagi hari ini:
| Waktu Kejadian (WIB) | Magnitudo | Kedalaman Merkez | Koordinat Titik | Wilayah Pusat Gempa |
|---|---|---|---|---|
| 04.56.37 | 2,3 | 10 Km | 9,01 LS – 111,24 BT | Pesisir Selatan Pacitan, Jawa Timur |
| 05.19.36 | 3,1 | 6 Km | 0,23 LS – 122,34 BT | Semenanjung Minahasa, Sulawesi |
Kondisi Kedalaman dan Potensi Dampak
Gempa yang berpusat di Semenanjung Minahasa, Sulawesi, dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal karena memiliki kedalaman pusat sebesar 6 kilometer saja. Karakteristik kedalaman yang kurang dari 60 kilometer ini biasanya memicu guncangan yang cukup terasa di permukaan lokal dekat episenter.
Sementara itu, gempa bumi yang terjadi di wilayah selatan Jawa Timur memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer. Lindu dengan kekuatan magnitudo 2,3 ini berada di zona batas lempeng selatan Jawa yang dikenal memiliki tingkat aktivitas seismik cukup aktif.
Pihak stasiun geofisika setempat mengimbau warga agar tidak panik karena fluktuasi magnitudo di bawah skala 4,0 jarang menimbulkan kerusakan masif. Masyarakat diminta untuk memastikan jalur evakuasi di dalam rumah terbebas dari barang-barang besar yang mudah roboh.
Antisipasi dan Imbauan Resmi
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa validitas informasi melalui kanal komunikasi resmi milik pemerintah. Langkah ini penting guna menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks mengenai potensi gempa susulan yang lebih besar atau isu tsunami yang tidak berdasar.
Petugas operasional penanggulangan bencana di daerah hilir terus melakukan pemantauan berkala di lapangan. Warga yang tinggal di kawasan lereng perbukitan juga diminta mengantisipasi potensi runtuhan batu kecil akibat getaran struktur tanah yang labil.
Hingga saat ini, sistem peringatan dini BMKG menunjukkan bahwa kedua aktivitas seismik di Sulawesi dan Jawa Timur tersebut tidak memiliki kecukupan energi untuk memicu gelombang air laut pasang atau tsunami. Aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir dilaporkan masih berjalan dengan normal dan kondusif.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow