BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan di Flores dengan Aktivitas Masih Fluktuatif

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan terjadi selepas gempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Gempa susulan terbesar tercatat memiliki magnitudo 6,2 dan terendah 1,1. Aktivitas gempa ini masih menunjukkan pola fluktuatif dan belum stabil, dengan estimasi kestabilan dalam dua hingga tiga minggu mendatang, menurut BMKG.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyasmata, mengatakan, "Total gempa bumi susulan hingga tanggal 19 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA sebanyak 2.768 kejadian. Magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1."

Dia menambahkan, dari sekian banyak gempa susulan, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas 5 dan 81 dirasakan oleh masyarakat.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, menyampaikan data terbaru dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, "Terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5,0 atau lebih dan 86 kali gempa susulan yang dilaporkan masyarakat."

Menurut Nelly, banyaknya gempa susulan adalah proses normal pelepasan energi agar kerak bumi mencapai keseimbangan baru. Secara umum, grafik aktivitas gempa susulan sudah menunjukkan tren penurunan dan diperkirakan akan relatif rendah dalam 21 sampai 30 hari ke depan.

"Namun, ini bukan berarti setelah tanggal tersebut gempa tidak dapat terjadi," tegasnya.

BMKG terus memantau aktivitas gempa dengan dukungan alat canggih seperti seismograf dan akselerograf di wilayah Nusa Tenggara Barat untuk deteksi dini dan penyampaian informasi cepat.

Selain itu, BMKG berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, serta kementerian terkait untuk evaluasi dan penanganan kerusakan bangunan akibat gempa.

Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, melaporkan penanganan korban, "Sampai dengan hari ketiga, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang."

Rinciannya, 40 orang luka berat dan 92 luka ringan, sementara petugas masih melakukan pencarian dan penyisiran lokasi terdampak.

Di sisi lain, warga di beberapa desa terdampak gempa di Manggarai Timur mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan makanan dan minuman lima hari pascagempa, seperti diungkapkan Lambertus Beli, warga Desa Rana Gapang.

Dia mengatakan, "Kasihan masyarakat di sini kelaparan karena susah untuk mendapatkan bahan makanan dan minuman." Warga membangun posko pengungsian mandiri untuk berlindung dari ancaman gempa susulan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed