BMKG Juanda Prakirakan Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan wilayah Jawa Timur akan mengalami cuaca cerah berawan hingga potensi hujan petir pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kondisi ekstrem ini dipicu oleh masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
Sejumlah wilayah di Jawa Timur yang diprakirakan mengalami turun hujan meliputi Bondowoso, Kota Batu, Kota Madiun, Kota Malang, Magetan, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Pamekasan, dan Sampang. Sementara itu, Kota Surabaya diprediksi akan didominasi oleh hujan ringan dengan suhu berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 98 persen.
Secara umum, suhu udara di wilayah daratan Jawa Timur berada pada kisaran 13 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 52 hingga 100 persen, serta pergerakan angin dominan dari utara, barat, dan barat laut berkecepatan 4 hingga 30 kilometer per jam. Untuk wilayah perairan seperti Laut Jawa bagian timur, Selat Madura, dan perairan selatan Jatim, kondisi cuaca diprediksi berawan hingga hujan ringan dengan tinggi gelombang maksimal berkisar antara 1,1 hingga 2,4 meter.
Prakirawan BMKG Juanda, Ratih, menjelaskan fenomena perubahan cuaca yang ekstrem antara pagi dan malam hari ini terjadi karena wilayah setempat sudah memasuki masa peralihan musim.
"Jadi pagi hingga siang akan panas, nanti pada saat sore ke malam hari berangsur-angsur terdapat potensi hujan," ungkap Ratih saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/5/2026).
Ratih menambahkan bahwa periode pancaroba ini diproyeksikan akan terus berlangsung hingga akhir bulan Mei 2026.
"Untuk awal musim kemarau sendiri di sebagian besar wilayah Jawa Timur diperkirakan akan mulai berlangsung akhir bulan Mei sampai awal bulan Juni," ujarnya.
Menurut catatan BMKG Juanda, saat ini terdapat fluktuasi suhu yang cukup signifikan di mana suhu tertinggi dapat mencapai 33 derajat Celsius pada siang hari dan menurun menjadi 30-31 derajat Celsius saat sore dan malam hari.
"Kalau untuk perubahan suhu pada saat ini sudah mulai lebih panas daripada musim hujan sebelum-sebelumnya di bulan-bulan sebelumnya," katanya.
Pihak BMKG Juanda turut mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara yang melakukan perjalanan antardaerah seperti di Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto, agar tetap waspada.
"Tetap perlu diwaspadai karena di masa transisi seperti jni hujannya akan skalanya lokal. Jadi, hujannya itu akan mengguyur tiba-tiba dan dapat disertai oleh petir dan angin kencang," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow