BMKG Laporkan Dampak El Nino Kuat di Papua Tengah
Pemerintah daerah delapan kabupaten di Papua Tengah diingatkan untuk meningkatkan koordinasi dalam menghadapi dampak El Nino yang sangat kuat yang tengah berlangsung.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Nabire mencatat indeks El Nino 3.4 berada pada angka +2,77 berdasarkan pemutakhiran dasarian I Agustus 2026. Angka ini menunjukkan fenomena El Nino tergolong sangat kuat.
Fenomena ini menyebabkan berkurangnya pasokan uap air untuk pembentukan awan, yang berdampak pada penurunan curah hujan signifikan, kemarau panjang, kekeringan, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan embun beku di daerah pegunungan.
Husain Kamadi, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Nabire, menjelaskan bahwa anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 pada periode Juni-Juli-Agustus 2026 tercatat +2,18, mengindikasikan intensitas El Nino sangat kuat.
"Indeks El Nino 3.4 berdasarkan pemutakhiran dasarian I Agustus 2026 berada di angka +2,77," ujar Husain Kamadi.
BMKG memprediksi kondisi El Nino kuat ini berpotensi berlangsung hingga akhir 2026 dan dampaknya masih dirasakan hingga triwulan pertama 2027.
"Kondisi ini diprediksi bertahan hingga periode November-Desember-Januari, dengan tren penurunan mulai terlihat pada Desember 2026 hingga Februari 2027," tambah Husain.
Husain juga menerangkan bahwa Papua Tengah umumnya memiliki tipe satu musim dengan curah hujan sepanjang tahun, namun terdapat beberapa Zona Musim (ZOM) yang mengalami musim kemarau.
Menurut BMKG, Zona Musim 678 yang meliputi wilayah Puncak dan Puncak Jaya diperkirakan mengalami musim kemarau selama 16 sampai 18 dasarian atau sekitar lima sampai enam bulan.
Sementara Zona Musim 692 diprediksi mengalami musim kemarau selama 3 sampai 16 dasarian atau satu sampai dua bulan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow