BMKG Minta Warga Malang Waspadai Penguatan Angin Muson Timur
Wilayah Malang Raya memicu imbauan kewaspadaan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setelah pergerakan angin muson timur terpantau menguat signifikan pada Kamis (23/7/2026). Peningkatan kecepatan embusan angin ini menandai masuknya fase puncak musim kering di Jawa Timur.
Massa udara yang bertiup dari Benua Australia menuju wilayah Indonesia menjadi pendorong utama mengencangnya embusan angin di kawasan tersebut.
"Beberapa hari terakhir angin terasa lebih kencang karena angin muson timur sedang menguat. Pada periode musim kemarau, massa udara dari Australia bertiup menuju Indonesia dan dapat meningkatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur," ujar Prakirawan BMKG Karangploso Linda Fitrotul saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).
Eskalasi kondisi atmosfer ini turut dipengaruhi oleh dinamika iklim global yang berpotensi memperpanjang dampak kemarau ekstrem.
"Kondisi ini perlu diwaspadai karena terdapat potensi pengaruh El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang dapat memperkuat karakteristik musim kemarau. Dampaknya antara lain cuaca cenderung lebih kering, angin lebih kencang, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rentan," lanjut Linda Fitrotul.
Guna mengantisipasi ancaman keselamatan warga serta kerusakan infrastruktur di lingkungan pemukiman, pihak BMKG mengeluarkan peringatan khusus terkait potensi bahaya fisik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, baliho atau atap yang kurang kokoh akibat angin kencang, serta menghindari pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran selama musim kemarau," imbau Linda Fitrotul.
Berdasarkan prediksi BMKG sebelumnya, fenomena bediding yang menyertai musim kemarau diprakirakan bertahan hingga September 2026, dengan penurunan suhu udara yang berpotensi mencapai 15 derajat Celsius atau lebih rendah di beberapa lokasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow