BMKG Prakirakan Sukabumi Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada Jumat, 28 Agustus 2026. Hujan yang turun diprediksi dapat disertai kilat serta angin kencang berkecepatan tinggi pada durasi siang sampai malam hari.
Masyarakat mengkhawatirkan "apakah besok di sukabumi akan hujan" saat melintas di jalur rawan bencana.
Suhu udara di wilayah Sukabumi diproyeksikan berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembabannya berada pada rentang 50 sampai 95 persen. Kecepatan angin bergerak melaju dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 5 kilometer per jam hingga mencapai 40 kilometer per jam.
Pada pagi hari, kondisi cuaca Sukabumi diprediksi cerah berawan hingga berawan. Namun, potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang mulai muncul di beberapa wilayah kecamatan sejak pagi menjelang siang.
Potensi Cuaca Ekstrem dan Rincian Prakiraan
Memasuki waktu siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang meningkat merata di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Sebagian wilayah kabupaten juga menyimpan potensi hujan lebat lokal.
Dinamika Cuaca Malam Hingga Dini Hari
Pada malam hari, cuaca cenderung berawan dengan potensi hujan ringan yang menyisakan kebasahan di sejumlah kawasan. Memasuki dini hari, cuaca didominasi kondisi berawan tebal.
Perlu kewaspadaan ekstra terhadap potensi kilat dan angin kencang lokal yang bisa memicu pohon tumbang maupun kerusakan infrastruktur.
Berikut rincian prakiraan parametrik cuaca wilayah Sukabumi berdasarkan data BMKG:
| Parameter Cuaca | Nila/Kondisi |
|---|---|
| Suhu Udara | 18 – 34 °C |
| Kelembapan Udara | 50 – 95% |
| Arah & Kecepatan Angin | Timur – Tenggara, 5 – 40 km/jam |
| Kondisi Pagi | Cerah Berawan – Berawan (Potensi Hujan Lokal) |
| Kondisi Siang/Sore | Hujan Ringan – Sedang (Potensi Hujan Lebat) |
| Kondisi Malam/Dini Hari | Berawan (Potensi Hujan Ringan) |
Mitigasi Keselamatan Warga
Penyebab kenaikan kecepatan angin dipengaruhi oleh dinamika pergerakan massa udara dari arah Timur-Tenggara. Warga di area perbukitan dan bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah daerah mengimbau warga menerapkan langkah keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan:
- Hindari berteduh di bawah pohon rindang atau papan reklame saat angin kencang.
- Pastikan saluran air sekitar tempat tinggal bersih dari sumbatan sampah.
- Sediakan perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan di kendaraan.
- Segera mengungsi jika curah hujan tinggi bertahan lebih dari dua jam di kawasan lereng.
Petugas BPBD dan relawan bencana terus disiagakan di titik rawan untuk mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow