BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 1 hingga 7 September 2026

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi cuaca signifikan berupa hujan lebat dan angin kencang yang memicu ancaman bencana di berbagai wilayah Indonesia pada 1 hingga 7 September 2026. Prakiraan cuaca tersebut terbagi dalam dua gelombang periode utama, yakni 1 hingga 3 September serta 4 hingga 7 September 2026. Di tengah dominasi musim kemarau, hujan lokal berintensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih berpotensi menerjang sejumlah daerah.

Pada periode 1 hingga 3 September 2026, BMKG menetapkan status Siaga hujan lebat di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Sementara itu, daerah yang masuk kategori Waspada potensi hujan sedang hingga lebat mencakup Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Utara, Papua Tengah, serta Papua Pegunungan.

Memasuki periode 4 hingga 7 September 2026, potensi hujan lebat hingga sangat lebat bergeser dan terkonsentrasi di wilayah Papua Pegunungan. Adapun peningkatan hujan intensitas sedang tetap diwaspadai di Aceh, Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

Selain potensi curah hujan, BMKG memprakirakan angin kencang meluas di puluhan provinsi selama sepekan. Daerah terdampak angin kencang meliputi kawasan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Bangka Belitung, hingga sebagian besar wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Meskipun hujan terjadi secara lokal, BMKG mengingatkan bahwa peningkatan kondisi kering musim kemarau tetap memicu ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan semak belukar, hutan, dan lahan gambut.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai risiko pohon tumbang, genangan air, serta sambaran petir akibat angin kencang dan cuaca ekstrem. Warga diminta menghindari tempat berteduh di bawah pohon atau papan reklame yang rapuh, serta disarankan menggunakan tabir surya dan menjaga cairan tubuh untuk mengantisipasi paparan terik matahari.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed