BNPB Siapkan Dua Helikopter untuk Padamkan Kebakaran Bromo
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Blok Bantengan terus meluas, sementara akses wisata dibatasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyiapkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman karena medan curam dan titik api belum padam, dengan estimasi luas mencapai 10 hektare.
BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat luas lahan terbakar sekitar 7,9 hektare pada tahap pendataan, namun angka tersebut meningkat menjadi perkiraan 10 hektare karena titik api belum padam 100 persen. Pemadaman dari darat terkendala kemiringan lahan sekitar 80 derajat dan hembusan angin kencang yang membuat api merembet ke area lain.
Petugas gabungan termasuk Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Jawa Timur, Perhutani, TNI/Polri, Balai Besar TNBTS, Agen Penanggulangan Bencana Jatim, relawan, dan masyarakat memadamkan menggunakan peralatan manual seperti kepyok dan backpack sprayer.
"Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kondisi hari ini titik api masih belum padam, sehingga petugas terus melakukan upaya pemadaman ke sejumlah titik api," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Oemar Sjarief mengatakan alat pemukul api (kepyok) yang dimiliki petugas sudah rusak semua karena digunakan secara masif, sehingga pemadaman dilakukan dengan ranting pohon yang tersedia sambil melakukan penyekatan agar api tidak merembet.
"Alat pemukul api (kepyok) yang dimiliki petugas sudah rusak semua karena digunakan secara masif saat memadamkan karhutla, namun petugas tetap memadamkan api dengan menggunakan ranting pohon yang ada," tuturnya.
BNPB juga mengkaji kemungkinan Operasi Modifikasi Cuaca melalui koordinasi dengan BMKG, namun pelaksanaannya menunggu pertumbuhan awan hujan yang memenuhi syarat. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut hingga siang pada 5 Agustus belum ada pertumbuhan awan hujan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca. Tetapi, sampai siang ini masih belum ada pertumbuhan awan hujan, sehingga dalam beberapa hari operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan," kata Letjen TNI Suharyanto.
Karena kondisi cuaca tidak mendukung, BNPB memprioritaskan pengendalian dari udara. Suharyanto menyatakan BNPB menyiapkan dua unit helikopter water bombing yang akan digeser dari wilayah lain, dengan jadwal tiba di Malang pada Kamis (6/8/2026) untuk bergabung dalam operasi pemadaman.
"Kami akan mendukung dengan dua unit helikopter," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto usai menghadiri Lokakarya Desa Tanggap Bencana (Destana) di Kota Malang, Rabu (5/8).
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyebut penutupan akses wisata dilakukan melalui pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan agar pemadaman berjalan optimal dan keselamatan wisatawan terjaga.
"Penutupan diberlakukan sejak Senin pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow