BNPB Salurkan Bantuan Gempa M7.7 di Kuwus Manggarai Barat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyisir wilayah terdampak gempa magnitudo 7,7 di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (19/8/2026) guna mendistribusikan bantuan kemanusiaan serta bantuan Presiden RI secara langsung kepada para korban. Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari melakukan asesmen lapangan di Dusun Coal, Desa Coal, dan Dusun Dahang, Desa Pangga. Petugas mencatat kerusakan bangunan mencakup 101 rumah rusak berat, 12 rumah rusak sedang, dan 35 rumah rusak ringan, serta satu warga dilaporkan meninggal dunia.
Data pengungsian mencatat sebanyak 1.108 jiwa mengungsi di Desa Coal, sementara lebih dari 20 keluarga di Desa Pangga memilih mengungsi secara mandiri. Penyisiran tersebut dilakukan setelah BNPB menerima laporan bahwa warga setempat belum mendapatkan bantuan sejak gempa mengguncang empat hari sebelumnya.
Perjalanan darat menuju lokasi terdampak membutuhkan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dari Labuan Bajo dengan kondisi akses jalan yang cukup sulit.
"Kami saat ini langsung ke lokasi dan melihat langsung kondisi masyarakat dari laporan camat tadi sudah ada bantuan pangan dan tentu saja ini akan terus kita tindak lanjuti," ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari. Jalur distribusi ke titik-titik pengungsian mandiri menghadapi kendala tersendiri, terutama karena sebagian warga mendirikan tenda darurat di luar rumah akibat rasa trauma dan guncangan gempa susulan yang masih terus berlangsung.
"Ini akan jadi atensi kita tentu saja karena jarak dari Labuan Bajo ke sini ditempuh sekitar 3,5 jam dan akses jalan cukup sulit sehingga tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan non-permakanan kita pastikan terpenuhi di sini," ujar Abdul Muhari. Proses pendataan kerusakan bangunan fisik masih terus dipadukan dengan pendataan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu-ibu, dan lansia yang berada di lokasi pengungsian.
"Tantangan kita memang di titik-titik dimana masyarakat mengungsi secara mandiri dan ini tidak semuanya juga masyarakat yang mendirikan tenda di sekitar rumah, itu rumahnya rusak, tapi ada faktor-faktor psikologi trauma dan guncangan gempa susulan yang masih terus berjalan sampai sekarang," lanjut Deputi. Pemerintah daerah bersama pos komando penanganan bencana terus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar logistik selama warga masih bertahan di pengungsian. "Nah ini menjadi perhatian kita, tentu saja selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga yang akan kita pastikan selama nanti masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kita sekali lagi kita pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi," tutur Deputi.
Penyaluran logistik bantuan bagi para korban gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini dipusatkan melalui dua pos pendukung utama yang berlokasi di Labuan Bajo dan Maumere.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow