BTS Boikot Grammy 2027 Protes Kategori Baru Pop Asia

Smallest Font
Largest Font

Grup K-pop BTS memutuskan untuk tidak mengajukan musik mereka dalam nominasi Grammy Awards 2027 setelah Recording Academy meluncurkan kategori baru Best Asian Pop Music Performance. Keputusan tersebut disampaikan para anggota melalui unggahan di media sosial pada Rabu, 29 Juli 2026. Grup beranggotakan RM, Jimin, V, Suga, Jungkook, Jin, dan J-Hope itu memprotes pembentukan kategori yang dinilai berisiko mengotakkan dan memisahkan musisi non-Barat.

Padahal, album kembalinya mereka yang bertajuk 'ARIRANG' diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat dalam kategori utama seperti Album of the Year. Melalui pernyataan bersama di akun Instagram masing-masing, para anggota BTS menyampaikan alasan di balik langkah tersebut.

"Kami telah memutuskan untuk tidak mendaftar ke Grammy tahun ini," kata para anggota BTS.

Langkah boikot ini dipicu aturan kategori baru yang mewajibkan penggunaan bahasa Asia secara signifikan. Sementara itu, lebih dari 80 persen lirik dalam album 'ARIRANG' menggunakan bahasa Inggris, sehingga lagu andalan mereka 'Swim' otomatis tereksklusi dari kategori tersebut. "Saya berharap musik dapat didengar dan dicintai apa adanya, daripada dibagi berdasarkan wilayah atau bahasa," ujar anggota BTS.

Penolakan tersebut diakhiri dengan pesan apresiasi khusus yang ditujukan kepada para penggemar setia mereka. "Terima kasih kepada Army dan semua orang yang selalu bersama kami," kata BTS.

Keputusan BTS memicu gelombang dukungan luas dari para penggemar dan figur publik. Lagu 'Aliens' dari album kelima mereka bahkan langsung memuncaki tangga lagu iTunes Top Songs di 78 negara pada Kamis, 30 Juli 2026, sebagai bentuk solidaritas dari fans. Menanggapi aksi mogok tersebut, Chief Executive Recording Academy Harvey Mason Jr memberikan penjelasan resmi terkait tujuan pembentukan kategori anyar itu. "Kategori Pop Asia dibuat untuk merayakan kedalaman, keberagaman, dan pertumbuhan luar biasa dari seni pop yang datang dari Asia," kata Harvey Mason Jr.

Ia juga menyayangkan keputusan yang diambil oleh grup asal Korea Selatan tersebut di tengah gelombang kritik publik.

"Semangat dari kategori baru ini adalah untuk memberikan sorotan khusus pada seniman-seniman penting ini," ujar Harvey Mason Jr. Sikap kritis terhadap Recording Academy juga datang dari akademisi sekaligus penggemar BTS, Lee Ji-young, yang menilai posisi tawar sang artis di industri global saat ini. "Berdasarkan ukuran objektif apa pun, Grammy-lah yang membutuhkan BTS, bukan sebaliknya," kata Lee Ji-young, profesor di Hankuk University of Foreign Studies.

Ia menambahkan bahwa keputusan ini mengikis dominasi ajang penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat tersebut.

"Kenyataan bahwa BTS membelakangi Recording Academy terlebih dahulu juga merupakan tanda bahwa otoritas yang telah lama dipegang Grammy sebagai penjaga gerbang — pihak yang mengulurkan undangan — mulai terkikis," ujar Lee Ji-young. Reaksi juga datang dari kalangan penggemar di Inggris, salah satunya Ashia Davies yang pernah menghadiri tur konser BTS di London.

"Sayang sekali," kata Ashia Davies. Meski memahami kecintaan BTS pada panggung musik, ia menilai penambahan kategori tersebut memiliki dampak negatif bagi musisi Asia.

"Saya tahu BTS menyukai Grammy," ujar Ashia Davies. Ia merasa kategori baru tersebut membatasi ruang gerak para artis internasional di panggung utama. "Membiarkan artis Barat berada di kategori terpisah agar mereka tetap berada di puncak," kata Ashia Davies.

Dukungan senada disampaikan oleh penggemar BTS lainnya, Lauryn Adene, yang merespons positif keputusan tegas grup idola tersebut.

"Senang," kata Lauryn Adene saat mendengar kabar BTS tidak mendaftar ke ajang tersebut. Menurutnya, pencapaian BTS selama ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kapasitas mereka di tingkat global. "Merek tidak punya hal yang perlu dibuktikan lagi," ujar Lauryn Adene.

BTS tercatat pernah meraih lima nominasi Grammy, menjadi artis K-pop pertama yang tampil di panggungnya, serta menjadi anggota pemungut suara Recording Academy sejak 2019. Namun, mereka belum pernah memenangkan satu pun piala dari ajang tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed