Sering Tertukar Ini Cara Membedakan Asam Urat dan Rematik dalam 5 Menit

Smallest Font
Largest Font

Saya sering sekali mendengar kerabat atau teman mengeluh sakit sendi lalu langsung menuduh asam urat sebagai biang keroknya. Padahal, setelah mereka melakukan cek darah di laboratorium, hasilnya justru normal dan diagnosis dokter menyatakan mereka terkena rematik.

Salah kaprah seperti ini tidak bisa dibiarkan terus-menerish karena penanganannya sangat jauh berbeda. Memahami secara tepat perbedaan rematik dan asam urat adalah langkah krusial agar Anda tidak salah mengonsumsi obat-obatan yang justru bisa merusak fungsi ginjal atau lambung.

Sebagai seseorang yang berkecimpung lama di dunia ulasan kesehatan, saya melihat banyak orang terjebak membeli obat asam urat di apotik secara sembarangan. Mereka berasumsi semua nyeri sendi di pagi hari adalah penyakit yang sama, padahal mekanismenya bertolak belakang.

Mari kita bedah secara mendalam bagaimana membedakan kedua penyakit ini agar Anda tidak lagi keliru mengenali gejalanya. Kita akan melihat dari sisi penyebab, lokasi serangan, hingga karakter nyeri yang dirasakan tubuh.

Saat saya mempelajari struktur penyakit ini melalui data medis Alodokter, fundamental kedua penyakit ini ternyata berada di ruang yang berbeda. Asam urat atau gout merupakan jenis radang sendi tunggal yang murni terjadi akibat gangguan metabolik di dalam tubuh kita.

Kondisi ini muncul karena kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi atau biasa disebut hiperurisemia. Akibatnya, zat tersebut membentuk endapan kristal tajam menyerupai jarum di dalam sendi, tulang, dan jaringan ikat di sekitarnya.

Sementara itu, rematik atau dalam istilah medisnya disebut rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun murni. Ini adalah kondisi kronis di mana sistem kekebalan tubuh Anda keliru lalu menyerang jaringan sehat di sekitar persendian.

Rematik bukanlah penyakit tunggal karena di dalam dunia medis terdapat lebih dari 100 jenis penyakit rematik yang meliputi rheumatoid arthritis, lupus, hingga sindrom Sjogren.

Lalu, bagaimana dengan faktor usia yang sering menjadi patokan awam? Data dari Halodoc menunjukkan bahwa rematik sebenarnya dapat menyerang kelompok usia muda maupun tua secara acak.

Meski begitu, kasus rematik memang lebih banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia atau lansia di atas 60 tahun. Jadi, mitos yang menyebut anak muda bebas dari rematik jelas salah besar.

Mengenali Titik Serangan dan Ciri Spesifik di Tubuh Anda

Ketika saya mengamati kasus-kasus di lapangan, lokasi nyeri adalah petunjuk paling instan untuk membedakan keduanya. Pertanyaan warga seperti "kenapa jempol kaki sakit dan bengkak" biasanya langsung mengarah kuat pada gejala klinis asam urat.

Asam urat memiliki hobi unik, yaitu paling sering menyerang bagian bawah tubuh terlebih dahulu. Sendi dasar jempol kaki adalah target utama, diikuti oleh jari kaki lain, pergelangan kaki, serta area lutut.

Walau kadang siku dan jari tangan bisa terdampak, serangannya hampir selalu bersifat asimetris atau hanya terjadi di satu sisi tubuh. Sangat jarang ada orang mengalami serangan asam urat di kedua jempol kaki secara bersamaan.

Mari kita bandingkan dengan gejala rematik yang memiliki pola serangan sangat rapi dan simetris. Jika pergelangan tangan kanan Anda meradang dan kaku, hampir pasti pergelangan tangan kiri Anda juga akan merasakan hal yang sama.

Rematik lebih gemar mengacak-ngacak sendi kecil di jari-jari tangan dan pergelangan tangan sebelum akhirnya menyebar ke sendi yang lebih besar. Perbedaan karakteristik fisik dan lokasi ini dapat Anda lihat secara jelas pada rincian berikut.

Perbandingan Karakteristik Klinis Antara Asam Urat dan Rematik
Kategori PembedaAsam Urat (Gout)Rematik (Rheumatoid Arthritis)
Penyebab UtamaKristal PurinAutoimun
Sifat SeranganAsimetrisSimetris
Lokasi UtamaJempol KakiJari Tangan
Durasi Akut7–10 HariBerbulan-bulan
Kekambuhan6–12 BulanTerus-menerus

Melihat tabel di atas, Anda sekarang bisa memahami mengapa salah mendiagnosis bisa berakibat fatal bagi pengobatan. Pola dan durasi serangan kedua penyakit ini benar-benar tidak berada di garis yang sama.

Lalu, bagaimana dengan intensitas rasa sakit yang muncul saat malam atau pagi hari? Ini adalah bagian paling menarik sekaligus menyiksa yang sering dikeluhkan oleh para penderita.

Bagaimana Membedakan Asam Urat dan Rematik? | Kata Dokter

Menghitung Durasi Serta Mengukur Intensitas Nyeri Sendi

Saat saya mencoba mewawancarai beberapa orang yang memiliki riwayat ciri ciri asam urat, mereka menggambarkan nyerinya seperti terbakar hebat. Serangan nyeri asam urat yang mengganggu ini biasanya dapat bertahan hingga rentang waktu 7–10 hari.

Intensitas nyeri yang paling berat dan berdenyut-denyut biasanya berlangsung selama 4–12 jam pertama sejak serangan dimulai. Setelah melewati masa puncaknya, rasa sakit akan bertahan beberapa hari hingga minggu sebelum akhirnya berkurang drastis.

Uniknya, asam urat memiliki periode jeda yang cukup panjang dan menipu. Setelah gejala asam urat hilang total, umumnya penyakit ini baru akan kambuh kembali dalam waktu 6–12 bulan kemudian.

Kondisi ini sangat kontras dengan rematik yang tidak mengenal kata istirahat dalam kamusnya. Nyeri akibat rematik cenderung konstan, tumpul, disertai dengan kekakuan sendi yang parah di pagi hari selama lebih dari satu jam.

Penderita rematik sering kali mengeluhkan cara mengatasi nyeri sendi di pagi hari karena tangan mereka terasa seperti terkunci keras. Kekakuan ini baru akan melunak setelah tubuh mulai banyak bergerak dan melakukan aktivitas.

Pertanyaan yang kemudian sering muncul di benak kita adalah apa yang sebenarnya memicu serangan mendadak ini? Apakah makanan yang kita konsumsi sehari-hari atau ada faktor eksternal lain?

Pemicu Utama yang Membuat Nyeri Sendi Mendadak Kambuh

Bicara soal pemicu, asam urat sangat sensitif terhadap isi piring Anda. Ada daftar panjang mengenai makanan yang harus dihindari penderita asam urat seperti jeroan, daging merah, hingga hidangan laut yang tinggi zat purin.

Ketika Anda mengonsumsi makanan tinggi purin, tubuh akan memecahnya menjadi asam urat. Jika jumlahnya melampaui ambang batas kemampuan ginjal untuk menyaringnya, maka kristal tajam akan langsung terbentuk di sendi jempol kaki Anda.

Di sisi lain, rematik tidak terlalu peduli dengan seberapa banyak jeroan yang Anda makan semalam. Pemicu kekambuhan rematik lebih banyak dikendalikan oleh tingkat stres emosional, faktor kelelahan fisik, hingga paparan polusi lingkungan.

Banyak orang juga sering bertanya-tanya, apa bedanya encok sama asam urat dalam kehidupan sehari-hari? Istilah encok sebenarnya hanyalah sebutan lokal tradisional yang sering merujuk pada serangan asam urat akut di area pinggang atau sendi kaki.

Memahami pemicu ini membantu saya menyadari bahwa pengelolaan kedua penyakit ini membutuhkan strategi gaya hidup yang berbeda total. Anda tidak bisa menyembuhkan rematik hanya dengan sekadar melakukan diet ketat bebas purin.

Jangan sampai Anda menyiksa diri dengan menghindari berbagai makanan bergizi, padahal penyakit asli yang bersarang di tubuh Anda adalah masalah autoimun. Diagnosis yang akurat dari dokter melalui tes darah dan rontgen adalah jalur wajib.

Langkah terbaik ketika serangan nyeri sendi mendadak datang adalah tidak langsung panik dan menelan sembarang pil penurun asam urat. Lakukan kompres dingin untuk meredakan nyeri asam urat, atau gunakan kompres hangat untuk melunakkan kekakuan sendi akibat rematik. Temui dokter spesialis penyakit dalam atau reumatologi untuk mendapatkan terapi jangka panjang yang tepat demi melindungi masa depan sendi Anda.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed