Telinga Berdengung Terus? 10 Cara Medis dan Alami Ini Redakan Tinnitus
- 2. Terapi Retraining Tinnitus (TRT)
- 3. Pemanfaatan Terapi Suara (Sound Therapy)
- 4. Menghindari Paparan Suara Bising
- 5. Pengelolaan Stres dan Kecemasan
- 6. Pembatasan Konsumsi Kafein dan Alkohol
- 7. Penggunaan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid)
- 8. Pemijatan Ringan dan Terapi Refleksi
- 9. Pengobatan Penyakit Penyerta (Underlying Disease)
- 10. Menghentikan Kebiasaan Merokok
- Perbandingan Karakteristik dan Penanganan Tinnitus
Telinga berdengung terus-menerus sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi hingga waktu istirahat Anda. Kondisi medis yang dikenal dengan istilah ilmiah tinnitus ini bukanlah sebuah penyakit mandiri, melainkan gejala dari adanya gangguan pada sistem pendengaran atau jalur saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Banyak orang merasa cemas ketika suara desis, dengung, atau gemuruh ini muncul secara tiba-tiba di salah satu atau kedua sisi telinga.
Penting untuk dipahami bahwa penanganan gejala ini harus disesuaikan dengan faktor pemicunya agar hasilnya bisa optimal.
Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengatasi gangguan pendengaran Anda.
Berikut adalah 10 cara mengatasi telinga berdengung yang direkomendasikan secara medis maupun melalui pendekatan alami yang aman. Penumpukan kotoran telinga atau serumen yang mengeras merupakan salah satu penyebab paling sering dari munculnya suara dengungan.
Ketika kotoran menyumbat saluran telinga, gelombang suara luar akan terhalang dan memicu sensitivitas berlebih pada organ pendengaran bagian dalam. Dilansir dari Alodokter, membersihkan sumbatan kotoran ini tidak boleh dilakukan sembarangan menggunakan peniti atau korek kuping karena berisiko mendorong kotoran semakin dalam.
Dokter spesialis THT biasanya akan memberikan cairan tetes khusus atau melakukan tindakan irigasi untuk mengeluarkan serumen dengan aman.
2. Terapi Retraining Tinnitus (TRT)
Bagi sebagian orang, dengungan di dalam telinga bersifat kronis dan tidak bisa hilang sepenuhnya dalam waktu singkat.
Terapi Retraining Tinnitus atau TRT hadir sebagai solusi medis jangka panjang yang bertujuan untuk melatih otak agar mengabaikan suara dengung tersebut. Melalui kombinasi konseling edukatif dan penggunaan alat bantu dengar khusus, pasien dibimbing untuk mengubah respons emosional negatif terhadap tinnitus. Lama-kelamaan, otak akan mengategorikan suara berdengung sebagai suara latar belakang yang tidak penting, mirip seperti suara pendingin ruangan.
3. Pemanfaatan Terapi Suara (Sound Therapy)
Lingkungan yang terlalu sepi justru sering kali membuat suara dengungan di dalam kepala terdengar jauh lebih keras dan mengganggu.
Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan bantuan terapi suara dengan menyalakan suara latar belakang yang konstan dan menenangkan. Suara gemercik air hujan, desiran angin, atau instrumen musik lembut dapat mengalihkan fokus pendengaran dari suara tinnitus.
Berdasarkan informasi dari Hellosehat, alat pembuat suara putih atau white noise machine sangat efektif membantu penderita tinnitus untuk bisa tidur lebih nyenyak di malam hari.
4. Menghindari Paparan Suara Bising
Paparan suara dengan volume tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak sel-sel rambut halus di dalam koklea atau rumah siput. Kerusakan sel rambut ini memicu pengiriman sinyal listrik abnormal ke otak yang kemudian diterjemahkan sebagai suara dengungan. Jika Anda bekerja di lingkungan yang bising, penggunaan alat pelindung telinga seperti earplug atau earmuff bersifat wajib.
Selain itu, batasi pula volume suara saat mendengarkan musik melalui penyuara telinga guna mencegah perburukan trauma akustik.
5. Pengelolaan Stres dan Kecemasan
Kondisi psikologis seperti stres berat, kelelahan, dan cemas berlebih terbukti dapat memperparah intensitas suara berdengung yang Anda dengar. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang memengaruhi sirkulasi darah serta sensitivitas sistem saraf pusat terhadap suara hantu. Melakukan relaksasi secara rutin terbukti membantu meredakan ketegangan saraf.
Anda bisa mencoba teknik pernapasan dalam, meditasi, atau yoga di ruangan yang tenang guna menurunkan tingkat kecemasan harian.
6. Pembatasan Konsumsi Kafein dan Alkohol
Apa yang Anda konsumsi sehari-hari ternyata memegang peranan penting terhadap tingkat keparahan gejala tinnitus yang dialami. Zat stimulan seperti kafein yang terdapat dalam kopi atau teh dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.
Aliran darah yang bergejolak di dekat area telinga tengah akan membuat suara berdengung terdengar semakin intens. Menurut laporan HonestDocs, membatasi asupan kafein, alkohol, serta makanan yang tinggi garam dapat membantu menjaga stabilitas sirkulasi darah di area kepala.
7. Penggunaan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid)
Tinnitus sering kali muncul bersamaan dengan penurunan fungsi pendengaran, terutama pada orang lanjut usia. Ketika kemampuan mendengar suara luar menurun, otak akan mencoba mengompensasi kekurangan tersebut dengan memproduksi suara internal sendiri. Dengan menggunakan alat bantu dengar yang disesuaikan oleh audiolog, suara dari lingkungan sekitar akan diperkuat kembali.
Hasilnya, suara luar yang lebih jelas akan menyamarkan atau menutupi suara dengungan internal yang mengganggu.
8. Pemijatan Ringan dan Terapi Refleksi
Ketegangan otot di sekitar leher, rahang, dan bahu dapat memengaruhi aliran darah menuju organ telinga bagian dalam. Melakukan pijatan ringan secara mandiri di area belakang telinga dan rahang bawah dapat membantu melancarkan sirkulasi limfatik serta darah. Dilansir dari rsisurabaya.com, pijatan lembut dengan gerakan melingkar mampu memberikan efek relaksasi pada saraf-saraf wajah yang tegang.
Pastikan tekanan yang diberikan tidak terlalu kuat agar tidak menimbulkan cedera baru pada otot leher.
9. Pengobatan Penyakit Penyerta (Underlying Disease)
Telinga berdengung terkadang menjadi indikator adanya masalah kesehatan lain yang sedang terjadi di dalam tubuh Anda. Penyakit seperti tekanan darah tinggi, gangguan tiroid, diabetes, hingga tumor non-kanker pada saraf pendengaran (acoustic neuroma) dapat memicu tinnitus.
Oleh karena itu, penanganan medis yang berfokus pada penyembuhan penyakit utama tersebut secara otomatis akan meredakan gejala berdengung. Pemeriksaan laboratorium dan pemindaian terkadang diperlukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosis yang akurat.
10. Menghentikan Kebiasaan Merokok
Kandungan nikotin di dalam rokok dapat mengganggu kelancaran aliran oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah menuju sel-sel saraf pendengaran. Penurunan pasokan darah ini lambat laun akan merusak sensitivitas koklea dan memicu munculnya gangguan denging. Bagi Anda yang merokok, menghentikan kebiasaan ini secara bertahap merupakan langkah protektif yang sangat krusial bagi kesehatan THT.
Sirkulasi darah yang membaik setelah berhenti merokok akan membantu mengoptimalkan fungsi regenerasi jaringan saraf telinga.
Perbandingan Karakteristik dan Penanganan Tinnitus
Setiap jenis dengungan memiliki karakteristik tersendiri yang memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda pula.
| Jenis Suara | Dugaan Pemicu Utama | Rekomendasi Tindakan |
|---|---|---|
| Berdengung tinggi | Trauma suara bising | Sound therapy |
| Berdesir rendah | Sumbatan kotoran | Pembersihan THT |
| Berdenyut ritmis | Gangguan pembuluh darah | Pemeriksaan medis |
| Gemuruh konstan | Faktor usia/presbikusis | Alat bantu dengar |
Memahami tipe suara yang muncul akan sangat membantu dokter dalam mengidentifikasi sumber masalah pendengaran Anda dengan lebih cepat.
Jika keluhan telinga berdengung ini disertai dengan gejala penyerta lain seperti pusing berputar yang hebat, nyeri parah pada liang telinga, atau penurunan pendengaran yang terjadi secara mendadak, segeralah memeriksakan diri ke dokter spesialis THT di fasilitas kesehatan terdekat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow