CDC AS Imbau Waspada Virus Zika di Bali untuk Wisatawan dan Ibu Hamil
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan Travel Health Notice Level 2 terkait penyebaran virus Zika di Bali menyusul peningkatan kasus pada wisatawan yang kembali dari pulau tersebut, seperti dilansir pada 22 Agustus 2026.
Virus Zika menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, hubungan seksual, serta dari ibu hamil ke janin, dan dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi jika infeksi terjadi selama kehamilan.
CDC mengimbau wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk mengambil langkah pencegahan gigitan nyamuk dan penularan melalui hubungan seksual, baik selama maupun setelah perjalanan. Khusus ibu hamil disarankan menghindari perjalanan ke Bali atau menerapkan langkah pencegahan ketat jika perjalanan tidak dapat ditunda.
Bagi pasangan yang merencanakan kehamilan, CDC menyarankan penundaan kehamilan selama dua hingga tiga bulan setelah kembali dari Bali untuk mencegah risiko penularan.
Gejala infeksi Zika yang umum meliputi demam, ruam kulit, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, dan mata merah. Meski sebagian besar kasus ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif, gejala tersebut dapat menandakan penyakit lain yang lebih serius.
CDC menekankan bagi wisatawan yang mengalami gejala tersebut selama atau setelah perjalanan agar segera mencari pertolongan medis untuk pemeriksaan dan pemantauan.
Selain itu, CDC menganjurkan penggunaan obat nyamuk yang terdaftar, pakaian pelindung, dan akomodasi dengan penghalang nyamuk. Penggunaan pakaian yang diolah dengan permethrin serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat nyamuk aktif juga dianjurkan.
Kementerian Pariwisata Indonesia memastikan belum ada larangan perjalanan ke Bali dari negara lain terkait virus Zika dan terus memantau situasi bersama instansi terkait. Kepala Biro Komunikasi Kemenkes menyatakan belum ada laporan kasus Zika di Bali hingga saat ini.
Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata di Bali diimbau meningkatkan kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk untuk menekan penyebaran virus dan menjaga citra pariwisata Bali.
Risiko komplikasi serius Zika terutama mengancam ibu hamil, termasuk cacat lahir berat, keguguran, dan kelahiran prematur. Pada kasus langka, infeksi ini dapat memicu sindrom Guillain-Barré serta gangguan saraf pusat seperti ensefalitis dan meningitis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow