Edward Rukidi Kijanangoma Ditunjuk Jadi Raja Baru Kerajaan Tooro Uganda
Edward Rukidi Kijanangoma, seorang penyiar berita berusia 56 tahun di Uganda, resmi ditunjuk sebagai Raja baru Kerajaan Tooro menggantikan Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV yang meninggal pada Agustus 2026.
Pengumuman resmi penunjukan Kijanangoma sebagai raja baru dilakukan oleh komite seleksi Kerajaan Tooro pada 9 September 2026, setelah Raja Oyo wafat pada usia 34 tahun saat menjalani pengobatan kanker di Amerika Serikat, seperti dilaporkan detikcom dan Anadolu.
Raja Oyo dikenal sebagai penguasa monarki termuda di dunia ketika dinobatkan pada usia 3 tahun pada tahun 1995 dan memerintah selama 31 tahun hingga wafatnya.
Kijanangoma selama ini dikenal sebagai penyiar berita dan editor di Uganda Broadcasting Corporation (UBC). Penunjukan dirinya sebagai raja baru menimbulkan kontroversi karena keluarga inti Raja Oyo mengklaim adanya putra Raja Oyo yang selama ini tidak diketahui publik dan menjadi pewaris sah sesuai surat wasiat mendiang.
Keluarga Raja Oyo, terutama ibu dan saudara perempuannya, menolak keputusan komite dan menyatakan bahwa putra Raja Oyo harus menjadi penerus takhta.
Kami sangat kecewa," ujar Putri Ruth Komuntale, saudara perempuan Raja Oyo, kepada stasiun televisi lokal NBS.
Penolakan ini memicu potensi perpecahan dalam lingkungan kerajaan serta kemungkinan gugatan hukum jika hak pewaris diabaikan.
Namun, para pendukung Kijanangoma berargumen bahwa keluarga Raja Oyo tidak mampu menunjukkan bukti keberadaan putra raja tersebut secara resmi kepada para tetua kerajaan.
Keputusan penunjukan Kijanangoma juga didukung oleh otoritas Uganda yang mendorong kelancaran suksesi pada 11 September 2026, menurut sumber yang mengetahui negosiasi tersebut.
Ketua Dewan Kerajaan Tooro, Omujwera Musuuga Charles Kayondo Kamurasi, menyatakan bahwa pemilihan ini sesuai dengan hukum Uganda serta mempertimbangkan adat dan norma Kerajaan Tooro.
"Saya ingin menginformasikan kepada Tooro dan Uganda secara keseluruhan bahwa Tooro memiliki raja baru. Dewan Babiito telah bersidang dan memilih Edward Rukidi. Apa yang telah kami lakukan sesuai dengan hukum Uganda, dan kami telah mempertimbangkan budaya serta norma Tooro," ujar Musuuga.
Upacara pemakaman Raja Oyo berlangsung pada 12 September 2026 di Kompleks Pemakaman Kerajaan Karambi, Fort Portal, Uganda bagian barat. Dalam ritual tersebut, Kijanangoma melemparkan sembilan biji kopi ke liang lahat sebagai simbol penyerahan kekuasaan resmi.
Raja Oyo sempat menjadi perhatian dunia karena statusnya sebagai raja termuda dan sering tampil dalam berbagai acara kenegaraan. Ia mendapat bimbingan wali kerajaan hingga dewasa dan dikenal memiliki hubungan dengan tokoh dunia seperti Nelson Mandela dan Moammar Gadhafi.
Kerajaan Tooro adalah salah satu dari lima kerajaan tradisional yang masih diakui di Uganda. Meski kekuasaannya bersifat simbolis dan tanpa kewenangan politik formal, kerajaan ini berperan penting dalam menjaga budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Kontroversi suksesi ini menandai babak baru dalam sejarah Kerajaan Tooro yang telah berdiri lebih dari 200 tahun dan menaungi lebih dari dua juta orang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow