Harga Minyak Melonjak, Raksasa Migas Tingkatkan Investasi dan Ekspansi
Harga minyak melonjak tajam akibat konflik yang memanas di kawasan Teluk, mendorong raksasa migas global meningkatkan investasi dan ekspansi pada tahun 2026.
Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya diperkirakan turun di bawah US$60 per barel justru menembus US$107,4 per barel pada September 2026, tertinggi sejak Mei tahun ini. Laba gabungan tujuh perusahaan minyak besar mencapai US$91 miliar pada kuartal kedua 2026, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan harga minyak turut memicu kenaikan saham sektor migas sekitar 40% sepanjang tahun, jauh melampaui kenaikan pasar saham secara keseluruhan, demikian menurut laporan CNBC Indonesia.
Meskipun demikian, perusahaan migas tetap berhati-hati menggunakan keuntungan tambahan. Sebagian besar dana digunakan untuk memperbaiki neraca keuangan dan memberi imbal hasil kepada pemegang saham, dengan belanja modal yang hanya meningkat terbatas.
Beberapa perusahaan, seperti Diamondback Energy, mulai membiayai proyek jangka pendek di kawasan shale Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi dari aset yang sudah ada.
Wood Mackenzie memperkirakan produksi minyak dan gas global bisa menurun hingga 31 juta barel per hari pada 2040, hampir seperlima dari produksi saat ini. Hal ini memaksa perusahaan minyak memperbarui portofolio aset mereka dan meningkatkan eksplorasi serta akuisisi.
Perusahaan migas kini mulai menguasai wilayah eksplorasi baru dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mencari lokasi pengeboran potensial di berbagai negara seperti Namibia, Afrika Selatan, Mediterania Timur, Uruguay, Vietnam, dan Papua Nugini.
Aktivitas merger dan akuisisi juga meningkat dengan enam transaksi bernilai lebih dari US$1 miliar dalam dua bulan terakhir, melibatkan tidak hanya perusahaan minyak tapi juga investor dari sektor private equity dan negara pengimpor energi.
Meski prospek ekspansi mulai terbuka, investor masih waspada. Rasio valuasi saham perusahaan minyak terhadap arus kas tidak berubah signifikan, menunjukkan ketidakpastian pertumbuhan industri meski harga minyak terus tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow