Cole Palmer Jadikan Pencoretan Piala Dunia Motivasi Bersama Chelsea

Smallest Font
Largest Font

Gelandang Chelsea Cole Palmer menjadikan keputusan pelatih Thomas Tuchel yang mencoret dirinya dari skuad tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2026 sebagai motivasi besar guna menghadapi kompetisi mendatang bersama klubnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pemain berusia 24 tahun itu menjelang pertandingan pramusim Chelsea melawan Tottenham Hotspur di Sydney, Australia, setelah melewati musim yang diwarnai cedera pangkal paha, hamstring, dan paha.

Akibat cedera bertubi-tubi tersebut, Palmer tercatat hanya tampil sebanyak 34 kali dengan perolehan 11 gol dan tiga asis bersama tim berjuluk The Blues.

"Tentu saja, jika seseorang memberitahumu bahwa kamu tidak cukup bagus untuk masuk ke dalam skuad, kamu akan berusaha lebih keras," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Pencoretan dari tim nasional itu memberikan Palmer waktu istirahat selama tujuh minggu bersama keluarga di Marbella, yang menjadi masa rehat terpanjang bagi dirinya dalam empat tahun terakhir.

"Ya, saya menonton pertandingan itu, tapi saya tertidur di babak pertama," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kegagalan menyaksikan laga babak 16 besar saat Inggris menang 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca tersebut dipengaruhi oleh perbedaan zona waktu yang menyulitkan staminanya saat berlibur.

"Jelas saya berada jauh, dan waktunya sedikit gila di Amerika, jadi hal itu agak sulit, tapi saya benar-benar menonton pertandingan-pertandingan itu," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Mantan pemain Manchester City ini mengaku sempat merasa canggung dan bosan karena tidak terbiasa memiliki waktu luang yang panjang di luar jadwal kompetisi.

"Itu terasa aneh. Pada minggu pertama, saya bahkan tidak tahu harus pergi ke mana," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Rasa bosan yang melanda setelah enam minggu masa liburan membuat Palmer tidak sabar untuk segera kembali menjalani rutinitas latihan fisik.

"Saya pergi berlibur dan berpikir, 'Setelah ini saya harus ke mana?' Saya juga terus mengecek kapan harus kembali latihan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Palmer menambahkan bahwa waktu luang berlebih tersebut justru membuatnya merasa terasing dari kebiasaan olahraganya yang intens.

"Sejujurnya, setelah sekitar enam minggu, saya mulai bosan. Saya duduk di Marbella sambil berpikir, 'Saya ingin segera kembali berlatih.' Saya tidak pernah menyangka akan berpikir seperti itu," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kini, pemain kelahiran 6 Mei 2002 tersebut menegaskan bahwa kondisi fisiknya telah pulih sepenuhnya setelah sempat berkonsultasi dengan dokter di Eropa.

"Liburan saya menyenangkan. Saya mendapat waktu sekitar tujuh minggu, sesuatu yang belum pernah saya rasakan. Saya berlibur bersama keluarga dan sekarang merasa lebih segar," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Palmer menceritakan bahwa penurunan performa pada musim lalu terjadi akibat keputusannya memaksakan diri tampil dalam kondisi cedera pangkal paha yang parah antara di Swedia atau Denmark.

"Saya tidak ingat di mana, antara Swedia atau Denmark. Saya pergi menemui seorang dokter," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Opsi tindakan bedah medis sempat dibahas oleh tim dokter di Eropa sebelum akhirnya diputuskan untuk dibatalkan.

"Kami sempat membahas operasi, tetapi akhirnya tidak jadi dilakukan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Faktor kekurangpengalaman dalam menangani cedera berat diakui Palmer memperburuk situasi manajemen kondisi tubuhnya sepanjang musim kompetisi lalu.

"Saya benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghadapinya," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Keinginan tinggi untuk terus merumput di lapangan diakui sebagai sebuah kekeliruan yang menghambat efektivitas performa individunya.

"Pada beberapa bulan pertama saat cedera, saya hanya ingin terus bermain, padahal mungkin seharusnya tidak," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Meskipun demikian, masa jeda kompetisi yang panjang dinilai membantu proses pemulihan fisik dan mental secara menyeluruh demi menyongsong kick-off Premier League.

"Jelas, saya tidak bisa bermain seperti yang saya inginkan. Musim itu berjalan buruk secara pribadi karena cedera dan hal-hal lainnya. Namun, sekarang saya merasa baik. Tujuh minggu libur benar-benar membantu dan saya siap kembali," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Menghadapi musim 2026-2027, Chelsea kini berada di bawah arahan manajer baru asal Spanyol, Xabi Alonso, yang sempat mengirim pesan dukungan saat Palmer dicoret dari tim nasional.

"Saat saya diberi tahu tidak berangkat ke Piala Dunia, saya rasa dia sudah mengetahuinya, lalu mengirim pesan kepada saya. Saya tidak ingat persis apa isinya," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Interaksi awal melalui pesan singkat tersebut diakui Palmer sangat membantu memulihkan tingkat kepercayaan diri yang sempat menurun.

"Mungkin dia mengatakan agar saya tidak perlu khawatir atau semacamnya. Hal-hal yang biasa, tetapi itu menyenangkan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Alonso dikabarkan telah berdiskusi mengenai aspek taktis dan berencana menempatkan Palmer pada posisi ideal di lini serang tim.

"Kami sudah berbicara. Dia melihat saya bermain sebagai nomor 10, di ruang antarlini dan dekat dengan penyerang. Jadi, nanti kita lihat saja," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Pendekatan taktik serta atmosfer baru yang dibawa oleh staf kepelatihan dinilai memberikan dampak positif bagi seluruh anggota skuad London Barat.

"Sejauh ini semuanya berjalan baik. Dia dan staf pelatih membawa ide-ide baru yang menyegarkan dan saya sangat menikmatinya," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Dukungan langsung juga dilontarkan oleh Alonso yang memuji tingkat fokus tinggi Palmer selama sesi latihan pramusim yang berlangsung di Australia.

"Dia akan menjadi pemimpin di lapangan. Semakin baik Cole yang kita miliki, semakin baik Chelsea kita, itu sudah pasti," kata Xabi Alonso, pelatih Chelsea.

Pendekatan personal terus diupayakan oleh Alonso demi membangun ikatan yang kokoh dengan pemain pilar utamanya tersebut.

"Dan saya pikir dengan latihan yang tepat dan persiapan yang matang, itu akan penting baginya. Dan Anda lihat dia benar-benar fokus pada hal itu. Dan kami terhubung. Kami saling memahami dan sejauh ini saya menyukai kepribadiannya," kata Xabi Alonso, pelatih Chelsea.

Selain faktor pelatih baru, motivasi Palmer kian bertambah berkat kedatangan sahabatnya, Morgan Rogers, yang dibeli dari Aston Villa senilai 117 juta poundsterling.

"Itu rahasia yang sulit untuk disimpan, tetapi saya menyimpannya," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Reuni dua talenta jebakan akademi Manchester City ini diprediksi akan menghadirkan kombinasi permainan yang saling melengkapi di lini tengah.

"Semua orang tahu betapa hebatnya dia, dan jelas dia adalah salah satu sahabat terbaik saya. Jadi saya sangat senang tentang itu," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Perbedaan karakteristik bermain antara dirinya dan Rogers diyakini menjadi keunggulan strategis bagi kreativitas serangan Chelsea pada musim depan.

"Saya pikir kami adalah dua pemain yang berbeda. Dia lebih fisik daripada saya, baik saat menguasai bola maupun tidak. Dia suka menggiring bola. Saya suka mengoper bola," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Palmer optimistis bahwa kolaborasi bersama Rogers di lapangan akan mampu mendongkrak performa kolektif tim untuk merespons skeptisisme pihak luar.

"Jadi ya, saya pikir kami bisa bermain bagus bersama," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Palmer menegaskan komitmen penuhnya untuk tidak memikirkan kegagalan masa lalu dan hanya fokus membuktikan kualitasnya pada musim baru.

"Sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan hal itu sekarang. Saya hanya menantikan musim baru bersama Chelsea," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Tekad kuat tersebut menjadi kesiapan utama sang pemain dalam memberikan kontribusi maksimal bagi pencapaian target target klub mendatang.

"Tentu saja itu akan terjadi," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Penegasan penutup dari Palmer mengindikasikan bahwa motivasi besar dari proses pencoretan tim nasional akan dibuktikannya secara langsung melalui performa di atas lapangan.

"Like halnya apa pun. Jika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa Anda pada dasarnya tidak cukup baik untuk masuk ke dalam skuad, maka Anda akan berpikir, baiklah, terserah saja, dan mencoba untuk berusaha lebih keras," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed