Sediakan Tiket Lansia, Como 1907 Debut di Liga Champions

Smallest Font
Largest Font

Klub Serie A Italia, Como 1907, menarik perhatian publik setelah menyediakan puluhan tiket khusus bagi suporter lanjut usia (lansia). Momen ini bertepatan dengan laga debut I Lariani di pentas Liga Champions. Seperti dilansir dari Detik Health, pertandingan perdana Como melawan RB Leipzig ini mencatatkan sejarah baru.

Ini menjadi penampilan perdana mereka di kompetisi Eropa dalam 119 tahun berdirinya klub, sehingga seluruh tiket laga langsung habis terjual. Bruno Mandaglio, seorang fans berusia 78 tahun, menjadi salah satu penonton lansia yang beruntung mendapatkan tiket tersebut. Pria yang dikenal sangat setia mendukung Como ini biasa mendatangi Stadion Giuseppe Sinigaglia dengan mengayuh sepeda.

Aktivitas bersepeda sendiri telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus olahraga rutin masyarakat Como. Pemerintah setempat bahkan menyediakan berbagai jalur sepeda di situs resmi pariwisatanya, mulai dari rute santai keluarga hingga tanjakan terjal bagi pesepeda berpengalaman.

Budaya mengayuh pedal yang lumrah dilakukan warga Como maupun masyarakat Italia pada umumnya turut membentuk gaya hidup aktif. Kebiasaan ini ternyata membawa dampak yang sangat positif bagi kebugaran tubuh secara menyeluruh. Bersepeda tergolong sebagai aktivitas aerobik yang mengoptimalkan kerja jantung, pembuluh darah, serta paru-paru. Saat mengayuh, tubuh akan merespons melalui napas yang lebih dalam, produksi keringat, hingga peningkatan suhu badan.

Penguatan sistem kardiovaskular menjadi salah satu manfaat utama dari rutin bersepeda. Aktivitas fisik ini secara bertahap melatih daya tahan dan kekuatan otot jantung. "Kalau orang yang sudah rutin bersepeda, itu ototnya sudah terlatih jantungnya juga sudah terlatih," kata dr Emanoel Oepangat, SpJP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Siloam Hospitals.

Selain jantung, kayuhan pedal sepeda membantu penguatan otot betis. Kondisi otot yang kuat ini berperan melancarkan sirkulasi darah sekaligus menjaga kestabilan gerakan tubuh. Meski memiliki banyak manfaat, para pesepeda disarankan untuk tidak memaksakan diri hingga intensitas ekstrem.

Mengayuh sepeda melampaui batas kemampuan justru dapat memicu bahaya bagi keselamatan jiwa. Acuan zona denyut nadi aman dapat dihitung dari angka 220 dikurangi usia pengayuh. Batas ideal latihan berada di rentang 60 hingga 80 persen dari denyut nadi maksimal tersebut.

"Kita semua tahun ada namanya heart rate zone, zona denyut nadi. Itu 220 dikurangi umur, zona amannya itu adalah 60-80 persen dari angka itu," kata dr Noel.

Risiko fatal berpotensi terjadi apabila pesepeda yang jarang berlatih mendadak memacu kecepatan tinggi. Lonjakan denyut nadi hingga mendekati batas maksimum 100 persen sangat membahayakan kondisi kesehatan. "Kalau seandainya dia jarang latihan, tidak rutin, tapi pada saat misalnya naik sepeda dia ngebut, nah denyut nadinya naik sampai melewati atau hampir 100 persen dari nadi maksimalnya. Nah, itu yang bahaya," kata dr Noel.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed