Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Tujuh Kecamatan Kabupaten Bogor

Smallest Font
Largest Font

Serangkaian bencana alam melanda delapan desa di tujuh kecamatan wilayah Kabupaten Bogor akibat hujan deras disertai angin kencang sejak Senin, 18 Mei 2026 sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan delapan kejadian yang mencakup tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, angin kencang, hingga rumah ambruk.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat dampak cuaca ekstrem ini mendominasi laporan masuk setelah hujan dengan durasi panjang mengguyur kawasan tersebut. Petugas dari instansi terkait segera dikerahkan menuju lokasi terdampak untuk melakukan penanganan kedaruratan.

Laporan mengenai rentetan peristiwa tersebut dikonfirmasi oleh pihak berwenang berdasarkan data masuk yang diterima oleh personel di lapangan dari wilayah-wilayah terdampak.

“Jumlah kecamatan tujuh dengan jumlah desa dan kelurahan delapan,” ujar Adam saat dihubungi, Selasa (19/5).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan bahwa jenis bencana didominasi oleh peristiwa longsor dan luapan air akibat curah hujan yang tinggi.

“Jumlah kejadian delapan, tanah longsor tiga, angin kencang satu, banjir dua, pergerakan tanah satu dan rumah ambruk satu,” jelasnya.

Secara rinci, musibah tanah longsor dilaporkan terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni Kampung Kaungluwuk di Desa Sibanteng (Kecamatan Leuwisadeng), Kampung Pulo di Desa Kedungwaringin (Kecamatan Bojonggede), dan Desa Cadasngampar (Kecamatan Sukaraja).

“Tanah longsor terjadi di beberapa titik setelah hujan deras dengan durasi cukup lama mengguyur wilayah Kabupaten Bogor,” katanya.

Sementara itu, genangan banjir dilaporkan merendam wilayah pemukiman di dua kecamatan, yaitu Perumahan Wanasari Endah serta Bumi Pesanggrahan Indah di Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, dan kawasan Kampung Pisang di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong.

“Untuk banjir terjadi di Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Cibinong,” ungkapnya.

Selain longsor dan genangan air, cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan struktur bangunan berupa satu unit hunian warga yang roboh di wilayah Kampung Cijulang, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung.

“Rumah ambruk di Kecamatan Megamendung Desa Sukakarya Kampung Cijulang,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi dan tindak lanjut penanganan dampak kerusakan di lapangan, personel kedaruratan telah disebar ke titik-titik lokasi kejadian guna melakukan asesmen data secara menyeluruh.

“Hingga saat ini tim BPBD sudah menyebar ke lokasi terdampak bencana untuk penanganan lebih lanjut,” tandasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed