Daftar Tes Kesehatan dan Kebugaran Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
Tahapan seleksi sekolah kedinasan 2026 mewajibkan para pendaftar untuk mengikuti rangkaian ujian kesehatan dan kebugaran fisik. Persiapan fisik menjadi faktor krusial yang menentukan kelulusan selain ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Setiap instansi menerapkan standar dan jenis ujian fisik yang berbeda. Seperti dilansir dari Detikcom, beberapa perguruan tinggi kedinasan telah menentukan skema ujian kebugaran untuk para calon mahasiswa baru tahun ini.
Meskipun IPDN belum merinci aturan spesifik pada pengumuman penerimaan terbaru, acuan tes kesamaptaan merujuk pada standar pelaksanaan tahun sebelumnya.
Peserta menjalani Tes Kesamaptaan Jasmani A berupa lari selama 12 menit untuk mengukur jarak tempuh dalam satuan meter. Ujian dilanjutkan dengan Tes Kesamaptaan Jasmani B yang mencakup pull up untuk pria atau chinning untuk wanita, sit up, push up dengan durasi masing-masing satu menit, serta shuttle run mengelilingi angka delapan sepanjang 10 meter sebanyak enam kali.
Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan menguji fungsi aerobik peserta menggunakan bleep test, yaitu lari bolak-balik sejauh 20 meter sesuai interval kecepatan yang ditentukan.
Pengujian fungsi muskuloskeletal dilakukan lewat push up standar untuk pria dan push up modifikasi untuk wanita selama satu menit, serta curl up berdurasi 4 menit 45 detik untuk mengukur daya tahan otot perut.
Aspek mobilitas dan keseimbangan dinilai melalui tes fleksibilitas v-sit & reach selama dua kali percobaan 10 detik untuk menguji kelenturan otot punggung bawah serta hamstring. Peserta juga wajib mengikuti tes berjalan di atas balok keseimbangan.
Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin)
Poltekpin menerapkan materi ujian kesamaptaan yang berfokus pada ketahanan fisik dasar. Peserta diuji melalui lari mengelilingi lintasan selama 12 menit.
Rangkaian tes fisik Poltekpin juga mencakup pull up, push up, dan sit up yang masing-masing dilakukan selama satu menit, kemudian ditutup dengan tes kelincahan shuttle run 6 x 10 meter.
Politeknik Statistika STIS dan STIN
Politeknik Statistika STIS menyelenggarakan tes kesehatan yang mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan medis tambahan dari panitia pusat. Ujian kebugaran STIS berfokus pada lari mengelilingi lintasan dan shuttle run.
Sementara itu, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) membagi tes kesegaran jasmani menjadi dua bagian, yaitu Tes A (lari 12 menit) dan Tes B (pull up, sit up, push up, shuttle run).
Tahapan tes kebugaran di STIN memiliki bobot penilaian sebesar 5 persen dan menerapkan sistem gugur. Peserta yang memperoleh nilai akhir kurang dari atau sama dengan 40 dinyatakan tidak lulus.
Poltek SSN, STMKG, dan Poltekimipas
Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) mewajibkan pendaftar mengikuti lari 12 menit, pull up atau chinning selama satu menit, sit up satu menit, dan push up satu menit.
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) menggunakan metode cooper test. Peserta diminta berlari atau berjalan secepat-cepatnya menempuh jarak 2,4 km untuk dicatat waktu tempuhnya.
Adapun Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) mengukur lima aspek utama dalam tes kesamaptaan, meliputi daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, serta keseimbangan peserta. Di sisi lain, PKN STAN belum merilis pengumuman resmi terkait penerimaan mahasiswa baru saat informasi ini dihimpun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow