Damkar Depok Periksa Monyet Terikat Rantai di Lampu Merah Margonda Juanda
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau DPKP Kota Depok memeriksa kondisi seekor monyet yang terikat rantai di perempatan lampu merah Margonda Juanda pada Minggu, 24 Mei 2026. Pemeriksaan lapangan tersebut dilakukan setelah keberadaan primata ini menjadi sorotan publik akibat terikat di tengah hiruk-pikuk lalu lintas jalan protokol.
Aparat bergerak cepat menuju lokasi guna memastikan kondisi kesehatan hewan sekaligus mengumpulkan keterangan dari para saksi di sekitar area perempatan. Langkah ini diambil menyusul laporan masyarakat yang khawatir terhadap keselamatan satwa tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, satwa berukuran kecil itu terikat dengan rantai pendek pada sebuah tiang besi di area pembatas jalan. Posisi hewan yang berada langsung di jalur padat kendaraan membuat pengguna jalan merasa prihatin terhadap kelangsungan hidup primata tersebut.
Pihak DPKP Kota Depok mengonfirmasi bahwa peninjauan ini merupakan bentuk respons cepat terhadap aduan masyarakat. Petugas langsung menyisir area sekitar lampu merah untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas penempatan primata tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional DPKP Kota Depok, Tessy Haryati, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Berdasarkan hasil investigasi, satwa tersebut diketahui memiliki pemilik yang biasa beroperasi di kawasan jalan itu.
"Sudah pernah kami cek, ada pemiliknya pengamen,"
ujar Tessy Haryati saat memberikan keterangan mengenai status kepemilikan hewan tersebut. Kendati demikian, pemilik primata itu tidak berada di lokasi saat petugas pemadam kebakaran melakukan peninjauan lapangan.
Petugas kemudian mengumpulkan data sekunder dari para pedagang dan warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lampu merah Margonda Juanda. Informasi dari warga setempat memperkuat dugaan mengenai asal-usul primata kecil yang dirantai itu.
"Saat kami cek, pengamen tersebut tidak ada. Info dari warga sekitar, milik pengamen, sering mangkal di perempatan Margonda-Juanda,"
kata Tessy Haryati menambahkan.
Dugaan Durasi Penempatan Hewan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga sekitar, keberadaan primata ini bukan merupakan kejadian baru di kawasan pembatas jalan protokol tersebut. Monyet diduga sudah dirantai di lokasi sejak akhir tahun 2025.
Warga sekitar sering melihat hewan tersebut ditinggalkan dalam kondisi terikat saat pemiliknya sedang tidak mengamen. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan paparan polusi kendaraan memicu keprihatinan mendalam dari komunitas pencinta satwa.
Hingga kini, publik kerap melontarkan pertanyaan spekulatif seperti "kenapa monyet di lampu merah margonda dirantai" atau "siapa pemilik monyet yang viral di depok" di berbagai platform digital. Hal ini mendorong otoritas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap potensi pelanggaran kesejahteraan hewan di ruang publik.
Data Penanganan Terkait Penyelamatan Satwa
DPKP Kota Depok terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan tindakan penanganan lanjutan terhadap primata tersebut. Langkah penertiban direncanakan guna memastikan tidak ada lagi satwa yang telantar di sepanjang jalan utama.
Berikut adalah ringkasan data operasional terkait pengecekan satwa di kawasan Margonda Depok:
| Parameter Informasi | Detail Lapangan |
|---|---|
| Lokasi Spesifik | Perempatan Lampu Merah Margonda - Juanda, Kota Depok |
| Kondisi Fisik Satwa | Monyet berukuran kecil terikat rantai pendek pada tiang besi |
| Identitas Pemilik | Diduga milik pengamen jalanan yang sering mangkal |
| Perkiraan Waktu Mulai | Sejak akhir tahun 2025 |
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat indikasi penyiksaan atau penelantaran satwa liar di fasilitas umum. Pengawasan partisipatif dari warga sangat dibutuhkan demi menjaga kelestarian dan kesejahteraan hewan di wilayah perkotaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow