Partai Demokrat Maine Siapkan Konvensi Pengganti Graham Platner
Internal Partai Demokrat di Maine kini tengah bergejolak untuk menyusun strategi pengunduran diri kandidat Senat mereka, Graham Platner, menyusul mencuatnya tuduhan kasus pemerkosaan yang mengancam gerakan politiknya. Langkah antisipasi ini diambil melalui pemungutan suara komite negara bagian pada Rabu malam waktu setempat guna mempersiapkan konvensi nominasi baru.
Pengunduran diri ini dipicu oleh merosotnya dukungan politik dalam waktu 48 jam setelah seorang mantan kekasih menuduh Platner melakukan pemerkosaan pada tahun 2021. Berdasarkan laporan dari CNN dan Politico, Platner sendiri membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai hal yang palsu, namun dirinya tetap memilih untuk mempertimbangkan kelanjutan pencalonannya.
Manajer kampanye Platner, Ben Chin, langsung mengirimkan pesan kepada para pendukung untuk menggalang masukan mengenai langkah pencarian kandidat baru. Pesan tersebut sekaligus menegaskan adanya ketegangan yang meningkat antara tim sukses Platner dan para pejabat partai di tingkat negara bagian.
“We’ve said from the very beginning that this campaign was never about Graham but about a movement of working people united to take back power,” ujar Ben Chin, Manajer Kampanye Platner.
Tim kampanye Platner menilai para sukarelawan dan pendukung setia berhak dilibatkan secara penuh dalam menentukan arah koalisi ke depan. Hal ini penting dilakukan agar ratusan ribu massa yang telah bergabung tidak merasa kecewa terhadap dinamika internal partai.
“If the Maine Democratic Party hopes to harness our movement, and avoid disillusioning the hundreds of thousands of supporters who came into the fray because of our movement’s policies, it must consult the feedback and proposals of the people who built and sustained this,” kata Ben Chin, Manajer Kampanye Platner.
Pernyataan dari kubu Platner tersebut langsung mendapat respons negatif dari struktur kepengurusan wilayah. Direktur Eksekutif Partai Demokrat Maine, Devon Murphy-Anderson, melontarkan kritik tajam di media sosial terhadap manuver yang dilakukan oleh tim sukses sang kandidat.
“While we may be frustrated with Graham Platner’s continued efforts to manipulate this process, we are so thankful for his supporters and all of their efforts to defeat Susan Collins — they are a vital part of our Party and deserve to participate in an open process to select Platner’s replacement,” tulis Devon Murphy-Anderson, Direktur Eksekutif Partai Demokrat Maine.
Di tengah polemik tersebut, penasihat utama Platner, Morris Katz, sengaja bertolak ke Maine untuk menemui sang politisi secara langsung. Rekan-rekan dekat Katz mengungkapkan bahwa sang penasihat sudah tidak melihat adanya peluang bagi Platner untuk bertahan dalam kontestasi politik ini.
“This could – and should – end today,” ucap seorang sumber dekat tim kampanye kepada CNN.
“We’ll see if it does,” tambah sumber dekat tim kampanye tersebut.
Di sisi lain, jajaran pimpinan partai bergerak cepat dengan mengesahkan mekanisme formal untuk mengisi kekosongan posisi kandidat. Ketua Partai Demokrat Maine, Charlie Dingman, mengumumkan bahwa lebih dari 100 anggota komite telah sepakat menggelar konvensi khusus.
“Today, the Maine Democratic Party held a meeting with over 100 state committee members who voted to hold a nominating convention to choose a new nominee if there is a vacancy to fill,” tulis Charlie Dingman, Ketua Partai Demokrat Maine.
Pihak pengurus berjanji akan segera mempublikasikan jadwal lengkap serta persyaratan resmi bagi para calon pengganti demi menjaga keterbukaan informasi. Langkah cepat ini dinilai krusial mengingat batas waktu pergantian kandidat menurut hukum Maine jatuh pada 27 Juli.
“We will announce the full timeline, details for how the nomination process will move forward, information about how to participate, and requirements for candidates soon. We will keep the public informed throughout the process – transparency is of the utmost importance,” pungkas Charlie Dingman, Ketua Partai Demokrat Maine.
Situasi ini memicu kecemasan mendalam di kalangan pemilih akar rumput mengenai sisa waktu yang sangat sempit untuk mencari figur pengganti yang sepadan. Nancy, seorang pemilih dari Kennebunkport, mengaku cemas atas situasi mendadak ini.
“We have a very short window here to pull ourselves together and find somebody, and I’m just praying to the universe, to the stars that we can pull it together,” kata Nancy, Pemilih dari Kennebunkport.
Pendapat berbeda datang dari warga Portland, Liz Griffin, yang menganggap mencari tokoh berkompeten tidaklah sulit. Namun, dirinya mengakui ada tantangan besar lainnya yang harus dihadapi partai.
“I don't think it will be difficult to find somebody who's qualified and could do a good job,” sebut Liz Griffin, Pemilih dari Portland.
“I think finding the right person that will really motivate people … I think that’s going to be tough,” lanjut Liz Griffin, Pemilih dari Portland.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow