Dindikpora Yogyakarta Tambah Kuota Afirmasi SPMB SMP 2026 Jadi 25 Persen

Smallest Font
Largest Font

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta meningkatkan kuota jalur afirmasi hingga mencapai 25 persen dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru jenjang SMP tahun ajaran 2026/2027.

Langkah penambahan daya tampung tersebut diumumkan guna memastikan seluruh anak dari keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial dan penyandang disabilitas di wilayah setempat mendapatkan kepastian akses pendidikan negeri.

Pemerintah Kota Yogyakarta mengalokasikan kuota khusus sebanyak 211 kursi bagi siswa disabilitas, jumlah yang melampaui total lulusan SD berkebutuhan khusus tahun ini yang tercatat sebanyak 129 anak.

"Jalur afirmasi KSJPS 19 persen dan disabilitas 6 persen. Tahun kemarin totalnya 20 persen, sekarang kita tingkatkan menjadi 25 persen. Insya Allah seluruh anak dari keluarga KSJPS dapat tertampung di sekolah negeri karena kami memiliki basis data yang jelas," ujar Budi dalam jumpa pers di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Rabu (17/6/2026).

Budi Santosa Asrori selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta menegaskan bahwa skema bantuan Jaminan Pendidikan Daerah disiapkan untuk memfasilitasi anak berkebutuhan khusus yang nantinya bersekolah di instansi swasta.

"Jika terpaksa masuk ke SMP swasta di Kota Jogja, anak-anak penyandang disabilitas akan mendapatkan bantuan JPD yang disamakan dengan skema KMS. Ini bentuk empati Pemkot Jogja kepada anak-anak berkebutuhan khusus tanpa memandang latar belakangnya," katanya.

Pihak dinas juga meluncurkan kurikulum berbasis agama dan Pendidikan Khas Kejogjaan seiring dengan keberhasilan Kota Yogyakarta meraih peringkat pertama nasional dalam Tes Kemampuan Akademik jenjang SD dan SMP.

"Capaian kognitif ini mendorong kami untuk terus mengembangkan aspek lain yaitu karakter. Tahun 2026 ini kami canangkan pembelajaran berbasis agama untuk lima agama yang ada. Selain itu, Pendidikan Khas Kejogjaan juga mulai diterapkan karena modul pembelajarannya sudah selesai dan telah kami koordinasikan kepada guru-guru SD maupun SMP," jelasnya.

Secara keseluruhan, total daya tampung SMP negeri di Yogyakarta mencapai 3.584 kursi, dengan rincian 3.520 kursi dialokasikan melalui jalur Real Time Online dan 64 kursi untuk Kelas Khusus Olahraga.

Pihak penyelenggara turut memperbarui sistem pendaftaran dengan menghadirkan fitur modifikasi pilihan sekolah yang dapat diakses secara langsung oleh para pendaftar selama jadwal seleksi berlangsung.

"Dalam SPMB RTO ada perubahan pilihan sekolah pada setiap jalurnya. Jadi, calon peserta didik dapat mengubah sekolah tujuan baik pilihan pertama maupun kedua," kata Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Dindikpora Yogyakarta Mannarima di Yogyakarta, Sabtu (20/6/2026).

Fasilitas tersebut ditujukan agar para calon siswa dapat langsung menyesuaikan pilihan sekolah alternatif apabila posisi peringkat mereka mulai tergeser dari kuota aman sekolah tujuan.

"Sehingga ketika melihat peringkatnya (calon siswa baru) sudah tidak masuk di pilihan pertama bahkan kedua, masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah lain," katanya.

Guna memaksimalkan pelayanan informasi bagi masyarakat, posko konsultasi juga resmi dioperasikan langsung di kantor dinas serta di seluruh sekolah penyelenggara.

"Serta posko layanan SPMB di setiap sekolah guna membantu masyarakat atau calon siswa baru memperoleh informasi dan pendampingan selama proses pendaftaran," katanya.

Untuk mengantisipasi persaingan ketat, pengamat pendidikan melalui Harian Jogja menyarankan para calon murid jenjang SMA dan SMK dengan nilai TKA pas-pasan agar memanfaatkan strategi Jalur Domisili Radius, Jalur Prestasi Nonakademik, atau menerapkan pola pemilihan sekolah realistis.

Dindikpora Kota Yogyakarta mencatat total daya tampung gabungan SMP negeri dan swasta di Kota Yogyakarta menyentuh angka 9.000 kursi, yang dipastikan mampu menampung seluruh lulusan SD yang berjumlah sekitar 6.800 siswa.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed