Dokter Imbau Kurangi Konsumsi Daging Merah demi Cegah Kanser Kolorektal
Peningkatan kasus kanker usus besar pada kelompok usia dewasa muda kini kian mengkhawatirkan. Pemilihan jenis makanan harian menjadi langkah krusial untuk menjaga kesehatan jangka panjang, dilansir dari Detik Health.
Tiga ahli medis menyepakati satu jenis makanan utama yang wajib dibatasi guna menekan risiko kanker, yakni daging merah serta daging olahan.
"Jika saya harus merekomendasikan pembatasan jenis makanan untuk membantu menurunkan risiko kanker, itu adalah daging merah dan daging olahan seperti bacon, sosis, hot dog, dan daging deli," kata seorang ahli onkologi medis Shahin Chowdhury, DO.
"Penelitian secara konsisten mengaitkan konsumsi rutin daging olahan dan daging merah dengan risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi," tambahnya.
Riset berskala besar yang mengamati hampir 70 ribu partisipan memperlihatkan hasil sejalan. Asupan daging merah yang tinggi berisiko meningkatkan kanker kolorektal sebesar 30 persen, sementara konsumsi daging olahan melonjakkan risiko hingga 40 persen.
Proses pengolahan daging menjadi faktor utama pemicu bahaya tersebut. Spesialis kedokteran preventif dari Honor Health, Laura Goetz, MD, menyebutkan bahwa daging merah yang dipanggang memiliki sifat sangat karsinogenik.
Penggunaan suhu tinggi saat memanggang atau membakar daging akan bereaksi dengan kandungan heme. Reaksi kimia ini memicu lahirnya senyawa beracun berupa amina heterosiklik serta hidrokarbon aromatik polisiklik yang sanggup merusak struktur DNA.
Imbauan serupa disampaikan oleh direktur medis Leading-Edge Cancer Center di Inspira Medical Center Mullica Hill, yang juga berprofesi sebagai ahli onkologi dan hematologi. Pihaknya meminta masyarakat membatasi olahan siap makan seperti sosis, hot dog, hingga daging deli.
"Ini adalah salah satu dari sedikit makanan yang telah diklasifikasikan oleh peneliti kanker internasional sebagai penyebab pasti kanker pada manusia, khususnya kanker kolorektal, berdasarkan tinjauan bukti yang sangat luas," kata Hill.
"Mengonsumsi beberapa potong bacon atau hot dog setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal sebesar 18 persen," tambahnya.
Meskipun kerap diandalkan sebagai sumber protein praktis, International Agency for Research on Cancer (IARC) telah memasukkan daging olahan ke dalam daftar karsinogen Grup 1. Penggunaan zat nitrat dan nitrit selama proses pengawetan menjadi sumber ancaman utama bagi tubuh.
Daripada memusingkan satu jenis makanan tertentu secara berlebihan, perubahan gaya hidup sehat secara menyeluruh dinilai jauh lebih efektif.
"Daripada mengejar makanan super terbaru atau mengkhawatirkan satu makanan yang menurut internet harus dihindari dengan segala cara, saya mendorong pasien untuk fokus pada pola makan sehat secara keseluruhan yang kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan protein tanpa lemak," kata Chowdhury.
"Pola makan secara keseluruhanlah yang membuat perbedaan terbesar dalam pengurangan risiko kanker," tambahnya.
Masyarakat tidak diharuskan menghentikan konsumsi daging secara total. Bahan makanan tersebut tetap dapat dinikmati sesekali sebagai variasi menu, bukan sebagai santapan harian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow