Dokumenter Amazon Ungkap Konflik Internal Pep Guardiola di Manchester City

Smallest Font
Largest Font

Dokuserie terbaru Amazon Prime Video berjudul A Beautiful Obsession membongkar rekaman perselisihan emosional antara manajer Pep Guardiola dan bek Kyle Walker di ruang ganti Manchester City usai kekalahan dari Liverpool pada Desember 2024.

Insiden di Stadion Anfield tersebut memicu ketegangan hebat setelah Walker merasa kerap dijadikan kambing hitam atas kegagalan taktik tim. Rangkaian hasil buruk itu memperpanjang tren negatif Manchester City menjadi tujuh pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan.

"Kamu tidak berhenti menyebut namaku, di setiap rapat," kata Kyle Walker, Bek Manchester City.

Guardiola menjelaskan bahwa nama Walker sering disebut karena kapasitasnya sebagai salah satu kapten tim. Namun, penjelasan tersebut justru mendapat reaksi keras dari Walker yang meragukan ketulusan sang pelatih.

"Kamu tidak ingin aku menjadi kapten," kata Kyle Walker, Bek Manchester City.

Bek kanan itu menyampaikan kekecewaannya karena merasa dipersalahkan atas kesalahan pemain lain di lapangan.

"Saya bereaksi terhadap orang lain, saya kehilangan bola, dan entah bagaimana kamu akhirnya memasukkan namaku ke dalamnya," kata Kyle Walker, Bek Manchester City.

Mendengar luapan emosi anak asuhnya, Guardiola merespons dengan penuh haru di hadapan seluruh skuat utama dan menawarkan pengunduran diri jika keberadaannya dianggap merugikan tim.

"Jika saya adalah masalahnya, kalian harus memberi tahu saya," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Guardiola menegaskan alasannya memperpanjang kontrak semata-mata karena komitmen dan cintanya kepada para pemain.

"Saya tidak akan bertahan di sini karena uang atau hanya untuk bertahan. Saya memperpanjang kontrak karena saya ingin bersama kalian, saya ingin berjuang di posisi ini," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Ia juga menyatakan tekadnya untuk tetap mendampingi tim melewati masa-masa sulit.

"Saya tidak ingin kalian merasa saya pergi dan melarikan diri dari kalian. Saya tidak ingin memiliki perasaan bahwa bagian-bagian dari tim ini berguguran. Dan saya merasa: 'Tidak, saya ingin membantu kalian'," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Manajer asal Spanyol itu meminta kejujuran dari para pemain terkait posisinya di klub.

"Tetapi jika kalian merasakan, pertama para kapten dan kemudian yang lainnya, bahwa ada masalah, beri tahu saya. Itu tidak akan mengubah kasih sayang yang saya miliki untuk kalian semua. Tidak sedetik pun.

Tapi saya ingin berjuang. Itu saja. Maafkan saya," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Dampak dari perdebatan tersebut membuat porsi bermain Walker menurun drastis hingga akhirnya dipinjamkan ke AC Milan pada Januari 2025 dan pindah permanen ke Burnley pada musim panas 2025. Sementara itu, dokumenter tersebut juga merekam momen ledakan emosi Guardiola usai kekalahan 0-2 dari Bayer Leverkusen di Liga Champions pada November 2025.

"Sialan, teman-teman! Kalian semua harus merasakan mentalitas 'saya akan membuktikan kepada mereka bahwa saya yang terbaik' itu," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Guardiola mengekspresikan kekecewaan mendalam terhadap performa dan komitmen para pemainnya di lapangan.

"Saya merasa sedih. Saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Ia mengancam bahwa klub akan mengganti posisi pelatih jika sikap para pemain tidak kunjung berubah.

"Kalian akan memiliki pelatih lain," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Pelatih bertangan dingin itu menuntut peningkatan kerja keras dan gaya hidup yang lebih baik dari skuatnya.

"Bekerjalah lebih keras, berkerjalah lebih baik, hiduplah lebih baik," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Ia menegaskan tidak bisa mentoleransi kekalahan yang disebabkan oleh minimnya kegigihan bertanding.

"Pertandingan bisa saja kalah dan saya sering membela kalian, tetapi ketidakberadaan keberanian, hasrat, cinta, dan keinginan untuk menang ini sungguh tidak dapat diterima," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Guardiola turut mengungkapkan pengorbanan kehidupan pribadinya demi mendampingi klub tersebut.

"Saya menjalani hidup saya, perceraian saya... dan keluarga saya berada jauh karena kalian semua," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Rasa lelah mental dan fisik diakuinya telah mencapai titik puncak dalam ruang ganti tersebut.

"Ini sungguh memalukan, teman-teman. Sialan, saya benar-benar sudah muak. Ketika saya melihat itu, saya merasa lelah.

Hampa. Saya ingin berhenti. Saya merasa kesepian," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Meskipun meluapkan kemarahannya secara terbuka di dalam tim, Guardiola berjanji akan tetap pasang badan membela pasukannya di hadapan media.

"Besok kalian tidak akan melihat saya. Semoga kalian menikmati dua hari yang menyenangkan. Saya akan keluar menghadapi media untuk membela kalian," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Pep Guardiola akhirnya memutuskan untuk mengakhiri masa baktinga di Manchester City pada musim panas 2026, satu tahun lebih awal dari durasi kontrak yang disepakatinya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed