Pep Guardiola Beri Sinyal Rehat Panjang Usai Tinggalkan Man City
Masa depan Pep Guardiola di dunia kepelatihan menjadi tanda tanya setelah dirinya menyelesaikan pengabdian selama 10 tahun di Manchester City pada Mei lalu. Pelatih asal Spanyol tersebut memberi sinyal tidak akan segera kembali ke pinggir lapangan dalam waktu dekat.
Guardiola mengungkapkan rasa lelah yang amat sangat usai bertahun-tahun hidup dalam tekanan sepak bola tingkat tinggi. Mantan juru taktik Barcelona itu kini berencana mengambil jeda panjang untuk memulihkan kondisi pribadi, sebagaimana dilansir dari Bola.
Selama satu dekade menukangi The Citizens di Etihad Stadium, pria berusia 55 tahun itu sukses mempersembahkan 20 trofi. Catatan manis tersebut mengukuhkan Manchester City sebagai salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa.
Tekanan intensif yang terus menerus dialami membuat Guardiola memilih untuk menepi. Sikap ini juga yang membuatnya menolak penawaran untuk melatih Timnas Italia pada awal musim panas.
Dalam dokumenter Amazon Prime bertajuk A Beautiful Obsession, Guardiola membeberkan dinamika emosional yang tengah dihadapinya saat ini.
"Saya sendiri bahkan tidak tahu apa yang akan saya lakukan," ujar Guardiola, seperti dikutip dari Bola.
"Akan sulit untuk kembali. Setidaknya, itulah perasaan saya hari ini. Saya perlu menyegarkan kembali banyak hal yang terjadi dalam kehidupan pribadi saya," lanjutnya.
Fokus utama Guardiola saat ini adalah memulihkan ritme kehidupannya di luar urusan lapangan hijau.
"Saya perlu menemukan diri saya lagi dalam hal-hal yang berbeda. Saya perlu duduk dan menjauh sejenak dari semuanya. Itu salah satu target utama saya," tegasnya.
Langkah Guardiola untuk menepi mendapatkan dukungan penuh dari mantan Direktur Sepak Bola Manchester City, Txiki Begiristain, yang bekerja bersamanya selama sembilan tahun.
Begiristain menilai sahabatnya itu sudah terlalu lama terjebak dalam ritme kompetisi yang melelahkan sehingga membutuhkan jeda secara total.
Sambil mengenang kekalahan 0-3 Man City dari Real Madrid musim lalu, Begiristain menceritakan bagaimana ia berusaha memberi pandangan lain kepada Guardiola mengenai kehidupan di luar sepak bola.
"Saya ingin menjelaskan kepada Pep bahwa Anda bisa kalah 0-3, tetapi hidup terus berjalan. Ada banyak momen luar biasa yang bisa Anda nikmati bersama teman-teman," kata Begiristain.
"Namun, jika dia hanya bertemu dengan orang-orang sepak bola dan sepak bola adalah satu-satunya yang dia kenal, dia akan terus berada dalam rollercoaster yang selama ini dijalaninya," lanjutnya.
"Dia membutuhkan waktu untuk keluar dan benar-benar berada di luar dunia tersebut."
Kendati demikian, Guardiola tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk kembali melatih suatu saat nanti. Kerinduan akan atmosfer pertandingan dan sensasi meraih kemenangan bisa menjadi faktor penentu kembalinya sang manajer.
"Yang membuat saya bahagia adalah melihat tim saya bermain dengan baik. Itulah motto dan target saya setiap kali bangun setiap hari," ungkapnya.
"Hal itu sangat membuat ketagihan. Banyak pelatih yang lebih tua pensiun, kemudian ingin kembali, lalu kembali lagi. Mereka tidak bisa hidup tanpanya," sambung Guardiola.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow