Dolar Amerika Serikat Menguat Tajam dan Tekan Rupiah Rekor Terparah

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot tajam hingga menyentuh level Rp17.658 pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi akibat tingginya permintaan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg sekitar pukul 09.10 WIB, mata uang dolar AS menguat hingga 61 poin atau 0,35 persen ke level Rp17.658. Lonjakan tersebut tercatat sebagai kondisi nilai tukar rupiah yang paling parah terhadap dolar AS sepanjang masa.

Sementara itu, data Refinitiv mencatat mata uang Garuda dibuka di zona merah pada perdagangan awal pekan ini dengan depresiasi sebesar 0,97 persen ke level Rp17.630/US$. Pergerakan ini berbalik dari penutupan perdagangan terakhir sebelum libur panjang pada Rabu (13/5/2026) yang sempat menguat 0,17 persen ke posisi Rp17.460/US$.

Penguatan dolar AS juga terlihat dari indeks dolar AS (DXY) yang naik 0,09 persen ke level 99,370 pada pukul 09.00 WIB setelah mengalami kenaikan selama lima hari beruntun hingga Jumat pekan lalu. Menurut data pasar, mata uang AS ini juga menguat terhadap won Korea sebesar 0,57 persen, yen Jepang 0,03 persen, dolar Kanada 0,08 persen, serta franc Swiss 0,06 persen, dan hanya melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar Hong Kong.

Faktor eksternal seperti alotnya perundingan AS-Iran dalam menyudahi konflik menjadi pemicu utama tingginya permintaan dolar AS, ditambah dengan gangguan aktivitas di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran inflasi global. Situasi tersebut mendorong imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun melonjak ke level 4,581 persen yang merupakan posisi tertinggi dalam setahun terakhir.

Tekanan inflasi yang meningkat memicu perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang berpeluang kembali menaikkan suku bunga. Berdasarkan data CME FedWatch, ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed minimal 25 basis poin pada pertemuan Desember melonjak menjadi 48,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya sebesar 14,3 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed