Donald Trump Kecam Perdana Menteri Ontario Doug Ford Lewat Media Sosial
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, melalui unggahan di media sosial Truth Social pada 24 Agustus 2026. Trump menuding Ford sebagai "saudara yang tidak mengesankan" dari mantan walikota Rob Ford dan mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap Kanada terkait hubungan dagang mereka dengan AS.
Trump menulis bahwa Ford dikenal kurang karismatik, cerdas, dan tidak mengesankan secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Ford dan gubernur Carney terus mengambil keuntungan dari Amerika Serikat, mengingat sebagian besar listrik, minyak, dan gas yang dikirim ke Kanada melalui AS.
Trump memperingatkan bahwa jika Kanada tidak "menuruti perintah", konsekuensinya akan jauh lebih buruk bagi negara tersebut. Ancaman ini muncul di tengah ketegangan perang dagang antara AS dan Kanada, termasuk pengenaan tarif impor sebesar 50 persen terhadap produk-produk Kanada oleh pemerintahan Trump.
Menanggapi serangan itu, Doug Ford menggelar konferensi pers di sore hari yang sama dan menyebut Trump sebagai "pecundang" dengan nada emosional, sebagaimana dikutip dari Global News. Ford menyatakan akan melawan Trump jika berkesempatan berkampanye melawan presiden dari Partai Republik.
"Saya tidak menanggapi seorang diktator seperti Presiden Trump, seorang pengganggu seperti Presiden Trump," ujar Ford kepada wartawan. "Saya tidak akan menerima nasihat apa pun dari orang yang merupakan raja kebangkrutan."
Dalam konferensi pers selama 45 menit, Ford kembali menyerang Trump dengan kalimat kasar.
"Mari kita perjelas, saya tidak menyukai orang itu - sesederhana itu," kata Ford.
Permasalahan ini bermula dari kegagalan perundingan dagang terkait revisi persyaratan tarif yang berujung pada pemberlakuan tarif 50 persen oleh AS atas produk ekspor Kanada senilai miliaran dolar. Trump bahkan mengancam akan menaikkan tarif impor kendaraan, suku cadang otomotif, dan baja asal Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027.
Trump menilai Kanada ingin menikmati keuntungan ekonomi dari Amerika Serikat tanpa benar-benar menjadi bagian dari negara tersebut, sehingga memicu konflik verbal antara kedua pihak.
Selain itu, di Malaysia, seorang profesor Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Solehah Yaacob, dipecat setelah membuat pernyataan kontroversial mengenai sejarah Melayu. Profesor linguistik tersebut mengklaim orang Melayu kuno bisa terbang dan mengajarkan kungfu terbang kepada orang China, serta menyatakan sejumlah teori tidak konvensional lainnya.
IIUM menyatakan Solehah tidak lagi menjadi profesor dan tidak berhak mengaku sebagai bagian universitas. Pernyataan Solehah dinilai merusak pemahaman sejarah oleh banyak akademisi dan sejarawan di Malaysia.
Solehah telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Industrial Malaysia atas pemecatannya dan menolak kompensasi yang ditawarkan universitas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow