Evo Morales Puji Ketahanan Iran Hadapi Sanksi Ekonomi Amerika Serikat
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales mengapresiasi ketangguhan nasional Republik Islam Iran dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sanksi dari Amerika Serikat melalui unggahan di platform X pada Selasa, 25 Agustus 2026. Morales menilai kemandirian strategis serta pengembanan teknologi dalam negeri Teheran menjadi cetak biru bagi negara-negara lain untuk menentang intervensi asing dan mengurangi ketimpangan militer. "Iran adalah contoh martabat rakyat dalam menghadapi Imperium," kata Morales, mantan Presiden Bolivia.
Politisi Amerika Latin tersebut menegaskan bahwa perencanaan strategis Iran berhasil menahan tekanan finansial selama puluhan tahun serta menetralisir kampanye disinformasi Barat.
"Imperium dapat menjatuhkan sanksi, ancaman, dan perang, namun tidak dapat menundukkan tekad rakyat yang berdaulat," tegas Morales, dilansir Press TV. Sikap Morales tersebut sejalan dengan pandangan politik luar negerinya yang menolak hegemoni sepihak Amerika Serikat, terutama saat Washington melancarkan perang ekonomi terhadap Teheran.
"Sementara Imperium menguras tenaganya dalam perang senjata, Iran menunjukkan bahwa kedaulatan juga dapat memenangkan perang ekonomi," lanjut Morales. Dukungan tersebut muncul di tengah pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai sanksi ekonomi paling keras terhadap Iran yang dijadwalkan berlaku pada 24 Agustus 2026. Eskalasi sanksi tersebut berdampak pada anjloknya nilai tukar rial Iran hingga menyentuh rekor terendah sekitar 1,98 juta per dolar AS di pasar terbuka, yang memicu lonjakan inflasi tahunan hingga 87,9 persen.
Di sisi lain, ketegangan kawasan semakin meningkat setelah angkatan laut Israel diam-diam menerima kapal selam serang baru INS Drakon buatan ThyssenKrupp Marine Systems Jerman senilai 634 juta dolar AS di galangan kapal Kiel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow