DPR Dorong Danantara hingga Taspen Buyback Saham Bank BUMN
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara, Danantara, BPJS, dan Taspen di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa (9/6) pagi. Langkah koordinasi ini diambil oleh parlemen guna membahas perbaikan kondisi pasar modal dan mendorong aksi pembelian kembali atau buyback terhadap saham-saham perbankan pelat merah yang mengalami tekanan tajam. Pertemuan tersebut digelar setelah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terseret turun 4,52 persen pada perdagangan Senin akibat tekanan jual, dengan penurunan sejumlah saham bank BUMN yang melampaui angka 20 persen sepanjang tahun berjalan.
Berdasarkan data yang dihimpun Warta Ekonomi, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk merosot 23,9 persen secara year to date, PT Bank Negara Indonesia Tbk melemah 22,3 persen, dan PT Bank Mandiri Tbk terkoreksi 21,58 persen.
Di sisi lain, hanya saham PT Bank Tabungan Negara Tbk yang masih bertahan di zona hijau di antara anggota Himbara lainnya dengan penguatan tipis sebesar 0,43 persen. Pertemuan yang dimulai tepat pukul 09.54 WIB ini turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta COO BPI Danantara Dony Oskaria yang memperkenalkan para pimpinan perbankan.
Beberapa petinggi yang hadir di kompleks parlemen meliputi Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Dirut INA Oki Ramadhana, Dirut Bank Mandiri Riduan, Dirut PT Taspen Rony Hanityo Aprianto, Dirut BRI Hery Gunardi, serta Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito. "Kita berkumpul untuk koordinasi terutama kita akan berdiskusi banyak soal paket sama saham-saham BUMN," kata Dasco saat membuka pertemuan di kompleks parlemen seperti dilaporkan Antara.
Pihak parlemen memandang fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh dinamika situasi global, sehingga momentum saat ini dinilai sangat tepat bagi institusi pengelola dana untuk menyerap saham perbankan nasional. "Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Donny Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen, mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus bisa dibeli kembali," kata Dasco dalam konferensi pers. Pernyataan serupa juga ditegaskan kembali oleh Dasco dalam kesempatan terpisah setelah agenda dialog bersama direksi investasi selesai dilaksanakan.
"Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali (buyback)," kata Dasco usai pertemuan dengan direksi Himbara, COO BPI Danantara Dony Oskaria, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Gedung Nusantara III DPR RI.
Menanggapi usulan skema buyback tersebut, perwakilan industri perbankan negara memberikan kepastian terkait kondisi internal keuangan emiten yang dipastikan tetap solid terlepas dari fluktuasi harga di papan bursa. "Sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa," ujar Putrama. Ketua Himbara tersebut memaparkan indikator kekuatan bank BUMN ditopang oleh pertumbuhan kredit rata-rata 20 persen, penghimpunan dana pihak ketiga mencapai kisaran 20 hingga 30 persen, loan to deposit ratio pada level 88-90 persen, serta rasio kredit bermasalah di bawah 2 persen.
"Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," ujar Putrama dalam kesempatan yang sama.
Pihak pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara juga meminta seluruh instansi pengelola dana investasi publik dan otoritas pasar modal untuk mengintensifkan komunikasi kelompok dalam menghadapi volatilitas makroekonomi. "Pak Donny beserta dengan seluruh jajaran Danantara, Taspen, BPJS, dan INA sebagai pelaku-pelaku pasar untuk terus berkoordinasi, terus saling berdiskusi, untuk sekali lagi kita bekerja keras mengatasi permasalahan ekonomi," ungkap Prasetyo.
Berdasarkan data penutupan pasar modal kompilasi idnfinancials.com hingga pukul 11.47 WIB, pergerakan IHSG tercatat langsung berbalik menguat 5,20 persen atau naik lebih dari 270 poin menuju level 5.620 setelah sebelumnya sempat tertahan di rentang 5.300-5.400.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow