BCA Cairkan Dividen Interim Kedua Rp3,07 Triliun pada 16 September 2026
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadwalkan pembagian dividen interim kedua tahun buku 2026 senilai Rp3,07 triliun atau Rp25 per saham pada Rabu, 16 September 2026. Penyaluran dana imbal hasil ini menandai penerapan kebijakan pembayaran dividen berkala secara kuartalan oleh manajemen perseroan.
Pengendali BCA, PT Dwimuria Investama Andalan yang menguasai 54,94 persen saham atau 67.729.950.000 lembar, berpotensi menerima bagian dividen sebesar Rp1,69 triliun. Entitas lain yang terafiliasi dengan Grup Djarum, yaitu PT Caturguwiratna Sumapala dan PT Tricipta Mandhala Gumilang, masing-masing mendapatkan Rp31,54 miliar dan Rp32,83 miliar.
Kebijakan pencairan pembagian laba bersih secara kuartalan ini disampaikan langsung oleh manajemen BCA dalam Public Expose Live pada Rabu, 9 September 2026.
"Kami berencana membayar dividen interim secara kuartalan. Jadi kita akan membayar tanggal 16 (September) untuk next-nya dan untuk di kuartal ke-4 kita akan membagi di bulan Desember. Itu rencana kami.
Untuk finalnya akan di bulan Maret tahun depan setelah RUPS. Bulan Maret tahun 2027. Itu perkiraan payment dividen untuk tahun 2026 dan yang akan finalnya dipayar di tahun 2027," ujar Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo.
Manajemen BCA juga menyampaikan rencana penyesuaian porsi pembagian dividen dari perolehan laba bersih perusahaan untuk periode mendatang.
"Dividen payout ratio kita terakhir di 72 persen. Itu meningkat dari periode sebelumnya 68 persen. Untuk ke depannya tentunya kita akan mereview pada saat RUPS dan kita akan juga meningkatkan payout ratio lebih lanjut.
Tapi tentunya akan melihat kondisi dan kinerja keuangan. Tetapi rencana kita akan meningkatkan payout ratio kami," kata Rudy Budiardjo.
Perubahan pola pembagian dividen dari tahun-tahun sebelumnya ini ditegaskan oleh pimpinan divisi keuangan BCA.
"Mungkin bisa sampaikan juga dividen interim yang akan jatuh tempo ini di 16 September, Rp25 per lembar saham. Sebelumnya yang kita bayarkan di bulan Juni itu adalah sebesar Rp20 per lembar saham. Jadi yang bulan Juni Rp20 per lembar saham," kata Direktur BCA Vera Eve Lim.
Manajemen BCA menekankan bahwa pola pembagian dividen empat kali dalam setahun ini merupakan pembaruan dari skema sebelumnya.
"Jadi bulan Juni terima dividen interim. September, nanti Desember tanggalnya kita belum tentukan. Nanti bulan Maret yang Pak Rudy tadi jelaskan itu sudah full year setelah RUPS. Jadi setiap kuartal akan terima dividen dari BCA," kata Vera Eve Lim.
Penerapan kebijakan dividen kuartalan BCA melengkapi akumulasi dividen interim 2026 yang mencapai Rp45 per saham, setelah pembayaran tahap pertama Rp20 per saham pada Juni 2026. Pembagian tersebut menjadikan total dividen interim BBCA mencapai Rp5,53 triliun sepanjang tahun 2026.
Penetapan penerima dividen interim September 2026 mengacu pada daftar pemegang saham per 1 September 2026 pukul 16.00 WIB, setelah melewati batas cum date pasar reguler dan negosiasi pada 28 Agustus 2026. Saat cum date, saham BBCA berada pada posisi Rp6.475 per lembar dengan tingkat dividen yield interim kedua sekitar 0,38 persen.
Pembagian imbal hasil BCA bertepatan dengan maraknya pengumuman dividen interim dari belasan emiten bursa. Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan pembagian interim terbesar di bursa mencapai Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham, diikuti emiten lain seperti Triputra Agro Persada (TAPG) senilai Rp1,19 triliun dan AKR Corporindo (AKRA) mengalokasikan Rp1 triliun.
Pada periode perdagangan 7 hingga 11 September 2026, harga saham BBCA terkoreksi 5,60 persen dan mencatatkan aksi jual bersih oleh investor asing sebesar Rp1,48 triliun. Saham BBCA ditutup pada level Rp6.325 per lembar pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, dengan nilai net sell asing harian mencapai Rp526,25 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow