Dr Boyke Jelaskan Faktor Risiko Batu Ginjal di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Batu ginjal menjadi masalah kesehatan yang dapat dialami siapa saja karena pengendapan zat tertentu dalam urine membentuk kristal yang berkembang menjadi batu, kata dr Boyke Budiman Sumantri, Sp.U dari Bethsaida Hospital, Rabu (26/8/2026).

Menurut dr Boyke, genetik menjadi faktor risiko utama dan dapat terjadi pada anggota keluarga seperti bapak, ibu, dan anak yang sama-sama mengalami batu ginjal.

Selain itu, faktor lingkungan juga memengaruhi. Indonesia disebut sebagai "stone belt of the world" berdasarkan penelitian Prof Djoko Rahardjo dan Prof Reni Umbas, yang mengindikasikan tingginya angka kasus batu ginjal dan saluran kemih di negara ini.

Gaya hidup tidak sehat seperti kurang minum air putih, sering ngemil berbagai makanan, dan kurang aktivitas fisik juga menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal.

"Minum juga kurang, makan juga yang suka macam-macam, sering ngemil, kacang dan sebagainya. Apa pun, semua jenis makanan bisa terbentuk menjadi batu," ujar dr Boyke.

Ginjal berfungsi sebagai organ filtrasi yang mengurai zat dari makanan dan minuman. Namun, tanpa olahraga dan asupan cairan yang cukup, kristal dapat menggumpal menjadi batu ginjal.

Dokter tersebut menekankan pentingnya konsumsi air putih minimal dua hingga dua setengah liter per hari bagi orang dewasa, belum termasuk kopi dan teh.

"Alangkah baiknya kita hidup seimbang, menjadi manusia yang mengerti masalah diri kita, dengan makan yang sesuai, minum yang sesuai dan cukup, olahraga juga, istirahat pun demikian," tambahnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed