Drone Rusia Hantam Apartemen di Rumania dan Lukai Dua Orang
Sebuah drone milik Rusia menghantam sebuah gedung apartemen di kota perbatasan Galați, Rumania, pada Jumat dini hari, 29 Mei 2026, hingga melukai dua orang warga.
Insiden tersebut memicu evakuasi puluhan penghuni dan mendapat kutukan keras dari sekutu NATO serta Uni Eropa karena dinilai mengancam wilayah perbatasan.
Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan radar mereka mendeteksi beberapa drone memasuki ruang udara nasional pada pukul 01.19 waktu setempat, sehingga dua jet tempur F-16 dan sebuah helikopter segera dikerahkan.
Otoritas militer Ukraina menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan udara Rusia yang melepaskan 232 drone dan satu rudal balistik Iskander-M/S-400 ke jaringan listrik Ukraina malam itu.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rumania Kolonel Cristian Popovici menjelaskan kronologi pelacakan pesawat tanpa awak tersebut sebelum jatuh di area pemukiman warga.
"This drone entered national airspace at 1:54 a.m. and headed toward the eastern area of the city of Galati, but we lost it from radar south of Galati," kata Kolonel Cristian Popovici.
Pihak militer menegaskan tidak ada kesempatan untuk menembak jatuh drone tersebut karena keterbatasan waktu respons yang hanya berkisar empat menit di ruang udara mereka.
Wakil Komandan Komando Pasukan Gabungan Brigadir Jenderal Gheorghe Maxim menyatakan situasi saat ini tetap terkendali dan meminta masyarakat tidak panik.
"We are not facing an attack on Romania, we are facing the effects of a conflict taking place right next to our border," ujar Brigadir Jenderal Gheorghe Maxim.
Galați terletak hanya 14 kilometer dari perbatasan Ukraina, tepat di seberang pelabuhan Izmail yang menjadi target rutin serangan Rusia.
Menteri Luar Negeri Rumania Oana-Silvia Toiu mengonfirmasi asal-usul drone tersebut dan langsung memanggil duta besar Rusia di Bucharest untuk memberikan penjelasan.
"confirmation from the Ministry of National Defence that the drone which crashed into a residential building in Galati was of Russian origin." kata Oana-Silvia Toiu.
Rumania kini mendesak Uni Eropa dan NATO untuk mempercepat transfer kemampuan pertahanan udara guna meningkatkan perlindungan di wilayah perbatasan timur.
"represents a serious and irresponsible escalation." tutur Oana-Silvia Toiu.
Kementerian Luar Negeri Rumania juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas demi meningkatkan tekanan internasional terhadap Rusia.
"Romania will act with the utmost determination to increase international pressure on the Russian Federation with a view to achieving an immediate and comprehensive ceasefire" ucap Oana-Silvia Toiu.
Kecaman serupa datang dari Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang menegaskan bahwa dampak perang ilegal ini telah melintasi batas-batas negara.
"Russia’s reckless behavior is a danger to us all." kata Mark Rutte.
NATO menyatakan kesiapannya untuk menjaga keamanan seluruh anggotanya tanpa terkecuali.
"NATO stands ready to defend every inch of Allied territory," tutur Mark Rutte.
Kutukan keras juga dilayangkan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO Matthew Whitaker melalui sebuah pernyataan tertulis di media sosial.
"We stand with our NATO ally Romania and condemn this reckless incursion on its territory," kata Matthew Whitaker.
Whitaker menyampaikan simpati bagi para korban luka sembari menegaskan kembali komitmen pertahanan bersama.
"Our thoughts are with the injured in Galati. We will defend every inch of NATO territory." ujar Matthew Whitaker.
Pernyataan ini sejalan dengan komitmen aliansi, meskipun kebijakan pertahanan AS sempat dipertanyakan di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Juru Bicara NATO Allison Hart menambahkan bahwa pihak aliansi terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Rumania terkait situasi terkini.
"We condemn Russia’s recklessness, and NATO will continue to strengthen our defences against all threats, including drones," kata Allison Hart.
Di sisi lain, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan pihaknya tengah menyiapkan sanksi baru karena menganggap agresi Rusia telah melewati batas.
"Russia’s war of aggression has crossed yet another line." kata Ursula von der Leyen.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot ikut memanggil duta besar Rusia di Paris dan mengecam tindakan tersebut melalui saluran penyiaran publik France Inter.
"targeted a friendly country, an EU and NATO member." kata Jean-Noel Barrot.
Dukungan moral juga datang dari Presiden Latvia Edgars Rinkevics yang menyatakan solidaritas penuh terhadap Rumania.
"stands in full solidarity with our ally Romania and is prepared to support appropriate measures to prevent such violations." kata Edgars Rinkevics.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut menyatakan bahwa insiden ini merupakan pelanggaran serius terhadap ruang udara NATO.
"a serious violation of NATO airspace" kata Keir Starmer.
Starmer menilai Rusia secara konsisten mengabaikan hukum internasional dan keselamatan warga sipil.
"Time and again, Russia has shown it has no regard for civilian life, for international law, or for the sovereignty of its neighbors," tutur Keir Starmer.
Presiden Ceko Petr Pavel menekankan bahwa sekadar kecaman tidak lagi cukup untuk merespons tindakan Rusia yang semakin agresif.
"Russia must clearly understand that we will not tolerate such attacks." kata Petr Pavel.
Dari pihak Ukraina, Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menyebut peristiwa ini sebagai bukti nyata ancaman Rusia terhadap kawasan Laut Hitam.
"proved once again that Russian aggression poses a real threat to the Black Sea region and the entire Europe." kata Andrii Sybiha.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan pentingnya meningkatkan tekanan global agar perang tidak meluas ke negara lain.
"necessary to step up pressure on Russia, so that this war is not dragged out or expanded." kata Volodymyr Zelenskyy.
Zelenskyy menambahkan bahwa Ukraina siap memberikan bantuan apa pun yang dibutuhkan oleh Rumania dalam menghadapi situasi ini.
"ready to support Romania in whatever way is necessary under these circumstances." ujar Volodymyr Zelenskyy.
Meskipun bukti-bukti di lapangan sangat kuat, Kremlin memberikan tanggapan sinis mengenai insiden pertahanan ini.
Saat ditanya mengenai respons Vladimir Putin, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov memberikan jawaban sarkastis kepada kantor berita TASS.
"What do you think? We kept it a secret?" cetus Dmitry Peskov.
Peskov hanya mengonfirmasi singkat bahwa Presiden Rusia telah mengetahui laporan mengenai insiden pesawat tanpa awak tersebut.
"is aware of the UAV incident in Romania," kata Dmitry Peskov.
Hingga kini, Kementerian Pertahanan Rumania mencatat wilayah udara mereka telah dilanggar sebanyak 28 kali oleh drone Rusia sejak konflik di sepanjang Sungai Danube memanas.
Insiden serupa juga sering dialami oleh negara-negara Baltik seperti Lithuania, Estonia, dan Latvia akibat pengalihan arah drone selama pertempuran berlangsung.
Pada April lalu, serpihan dua drone juga ditemukan di Galați, di mana saat itu Duta Besar Rusia Vladimir Lipaev menolak bertanggung jawab.
"quite possibly a Ukrainian provocation" kata Vladimir Lipaev.
Seorang warga negara AS yang menetap di Galați, Stephen Evelyn, menyatakan kepada Reuters bahwa aliansi pertahanan Barat harus mengambil tindakan nyata atas provokasi yang berulang ini.
"another provocation by the Russians," kata Stephen Evelyn.
Evelyn menambahkan bahwa ketegangan warga di perbatasan terus meningkat seiring seringnya suara ledakan terdengar dari wilayah Ukraina.
"NATO needs to do something about this." ujar Stephen Evelyn.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow