Dua Ganda Putra Indonesia Tembus Perempat Final Indonesia Open 2026

Smallest Font
Largest Font

Dua pasangan ganda putra tuan rumah, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Isfahani dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, berhasil mengamankan tiket perempat final turnamen bulu tangkis Polytron Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan lawan-lawannya di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).

Sabar/Reza melangkah ke delapan besar seusai menundukkan perlawanan ketat wakil China, Huang Di/Liu Yang, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-15, 15-21, dan 21-17. Sementara itu, Raymond/Joaquin membuat kejutan besar dengan memulangkan ganda putra unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dua gim langsung dengan skor kembar 21-14 dan 21-14 dalam durasi 32 menit.

Sebelumnya, kedua pasangan ini juga harus berjuang keras melewati babak pertama pada Rabu (3/6/2026). Sabar/Reza menutup perjuangan wakil Indonesia di hari tersebut dengan kemenangan dramatis atas pasangan Amerika Serikat, Chen Zhi Yi/Presley Smith, melalui pertarungan tiga gim 21-19, 13-21, dan 23-21, sedangkan Raymond/Joaquin menumbangkan wakil Jepang, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi, dengan skor 21-9 dan 21-13.

Seusai pertandingan babak pertama yang melelahkan tersebut, Sabar Karyaman Gutama sempat membagikan pandangannya mengenai atmosfer pertandingan yang tidak mudah di arena turnamen.

"Seperti biasa, main di Istora tidak mudah dengan kondisi angin, dengan euforia, dengan berbagai macam faktor non-teknis. Tadi pasangan USA mainnya jauh lebih nothing to lose. Tapi tadi kita gimana coba nerapin pattern, pola yang baik di setiap pindah side," kata Sabar.

Sabar menambahkan bahwa persaingan yang ketat di level Super 1000 menuntut kewaspadaan penuh terhadap semua kompetitor.

"Kita pasti selalu waspada siapapun itu lawannya. Dan mungkin untuk tampil di sini, siapa yang lebih siap, dia yang bisa meraih kemenangan sih," ucap Sabar.

Terkait dengan performa mereka yang fluktuatif sejak awal musim, Sabar memilih untuk menyikapinya dengan bijak sebagai bagian dari dinamika seorang atlet profesional.

"Balik lagi, up and down-nya ya kita harus nikmatin karena setiap atlet juga pasti merasakan hal yang sama," kata Sabar.

Pebulu tangkis ganda putra tersebut juga menegaskan bahwa status mereka sebagai salah satu wakil tersisa tidak menjadi beban tambahan, melainkan motivasi untuk memberikan kepuasan bagi para pendukung.

"Semuanya juga pastinya pengen-pengen menang, pengen memberikan yang terbaik apalagi di tuan rumah," tutur Sabar.

Sabar berharap kerja keras yang ditunjukkan di lapangan bisa berbuah manis untuk para penggemar bulu tangkis di tanah air.

"Cuma ya kita juga enggak mau itu menjadikan suatu beban untuk kita. Itu menjadikan suatu motivasi yang mudah-mudahan apa yang kita usahakan di lapangan mudah-mudahan bisa memberikan hasil yang baik dan bisa menjadi obat untuk badminton lovers Indonesia sih," tandas Sabar.

Di sisi lain, Mohammad Reza Isfahani tidak memungkiri bahwa performa yang belum maksimal sepanjang awal tahun sempat memberikan pengaruh buruk pada aspek mentalitas bertanding mereka.

"Mungkin mental kita juga agak sedikit drop karena juga kita tahu juga hasil dari awal tahun sampai sekarang pun kita juga belum bisa bagus, belum sesuai harapan. Jadi untuk menaikkan PD itu emang agak sedikit susah sih buat kita berdua," tutur Reza.

Menjelang laga babak kedua melawan Huang Di/Liu Yang, Reza sempat menjelaskan bahwa mereka telah mengantongi analisis gaya permainan dari pasangan muda China tersebut.

"Kurang lebih kita juga sudah tahu apa namanya dari segi permainan mereka. Dia juga anak muda yang masih apa namanya tenaganya dan speed-nya masih kencang-kencang," katanya.

Reza juga menekankan pentingnya mengantisipasi kecepatan dan stamina lawan yang memiliki catatan rekor selalu kalah dari Sabar/Reza dalam tiga pertemuan di tahun 2025.

"Dia (Huang/Liu) juga anak muda yang masih apa namanya tenaganya dan speed-nya masih kencang-kencang. Dan kita juga harus persiapin sih antisipasi karena dia tenaganya juga cepat juga, jadi kita harus antisipasi ke situ sih," sambung Reza.

Sementara itu, Nikolaus Joaquin menegaskan bahwa dirinya bersama Raymond Indra menolak disamakan dengan senior mereka, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya, meskipun memiliki karakteristik permainan yang serupa.

"Saya tidak ingin mendapatkan nama Mini Minions, tapi kami ingin mempunyai nama sebagai Ray-Jo. Raymond-Joaquin," kata Joaquin.

Joaquin pun menyatakan bahwa konsentrasi utama mereka di turnamen ini adalah menyuguhkan performa tertinggi tanpa terganggu oleh status jumlah perwakilan tuan rumah yang tersisa.

"Yang pasti kalau beban sih tentang kami sisa dua atau gimana sih saya tidak terlalu mikirin. Lebih mikirin gimana cara tampil terbaik di sini, saya mau juga juara di sini," kata Joaquin.

Pada babak perempat final yang akan berlangsung Jumat (5/6/2026), Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dijadwalkan menghadapi tantangan dari ganda putra asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed