Duta Besar Kuwait Laporkan Dampak Serangan Iran kepada Megawati
Kerusakan berbagai infrastruktur sipil akibat eskalasi serangan Iran dilaporkan oleh Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin kepada Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan bilateral di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 18 Mei 2026.
Dilansir dari pojokpapua.id, agresi militer yang menargetkan fasilitas publik tersebut dicatat oleh pihak Kuwait telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Situasi keamanan di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran karena berdampak langsung pada stabilitas kawasan dan jalur vital perdagangan energi internasional.
Duta Besar Kuwait Khalid Jassim Al-Yassin menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai dampak kerusakan infrastruktur strategis yang terus terjadi di wilayahnya.
"Namun demikian, selama hampir dua bulan terakhir Kuwait terus menghadapi serangan intensif. Serangan-serangan tersebut menyasar fasilitas sipil, seperti bandara, instalasi minyak, fasilitas pengolahan air, serta gedung-gedung pemerintah, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Serangan Iran tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta prinsip-prinsip hukum internasional. Dengan dalih bahwa serangan Iran tersebut bertujuan untuk mengganggu fasilitas dan kepentingan Amerika Serikat di Kuwait," kata Khalid Jassim Al-Yassin, Duta Besar Kuwait.
Langkah diplomatik resmi ditegaskan telah diambil oleh Pemerintah Kuwait demi meredam konflik, serta mengharapkan adanya peran aktif dari pemerintah Indonesia.
"Posisi tersebut telah disampaikan kepada Iran, namun diabaikan dan serangan terhadap Kuwait terus berlanjut. Kami berharap Indonesia, dengan posisi internasionalnya yang terhormat, dapat turut mendukung upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah," ujar Khalid Jassim Al-Yassin, Duta Besar Kuwait.
Merespons laporan tersebut, krisis kemanusiaan menjadi sorotan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga mengekspresikan rasa duka mendalam terhadap para korban di area konflik.
"As a mother, I feel deep sadness over the uncertain impact of war on the fate of children and mothers in conflict-torn countries," ucap Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia.
Landasan historis diplomasi luar negeri Indonesia yang bersumber dari kesepakatan regional masa lalu kembali diingatkan oleh Megawati dalam kesempatan tersebut.
"Salah satu poin penting dalam kesepakatan Konferensi Asia-Afrika adalah dukungan terhadap kemerdekaan Palestina," ucap Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang turut mendampingi dalam dialog menambahkan bahwa rekam jejak diplomasi Indonesia sejak era kemerdekaan sangat dihargai oleh perwakilan asing tersebut.
"Duta Besar Kuwait memuji peran kepemimpinan Indonesia di dunia melalui semangat Bandung, yaitu nilai solidaritas, perdamaian, dan anti-kolonialisme yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika, yang turut berkontribusi terhadap kemerdekaan Kuwait. Kuwait kemudian bergabung dengan Gerakan Non-Blok. Saat ini, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting di kawasan Global South, terutama karena sejarah perjuangannya dalam meraih kemerdekaan yang menginspirasi negara-negara Asia dan Afrika, termasuk Kuwait," kata Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP.
Pertemuan bilateral ini diakhiri dengan pembahasan bersama mengenai urgensi pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai solusi strategis untuk memulihkan jalur perdagangan energi global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow