EIGER Nature Siap Serap 1.200 Pekerja di Bogor

Smallest Font
Largest Font

Destinasi ekowisata EIGER Nature di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diproyeksikan menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja lokal secara bertahap saat resmi beroperasi mulai September 2026 mendatang, seperti dilansir dari Detik Travel.

Proses perekrutan tenaga kerja telah berjalan untuk mendukung pembangunan serta operasional kawasan ekowisata tersebut. Saat ini, sebanyak 530 pekerja sudah terlibat aktif dalam proyek pengembangan.

Head of General Manager EIGER Nature Faris Priyanto menyampaikan bahwa penambahan personel akan terus bertambah menjelang pembukaan kawasan.

"September 2026 (operasional), sekarang sudah mulai rekrutmen, itu akan nambah lagi kurang lebih 585 orang. Jadi total akan ada kurang lebih 1.100 orang di bulan September 2026," kata Faris.

Penyerapan tenaga kerja dirancang terus berlanjut seiring dibukanya berbagai fasilitas akomodasi seperti arena perkemahan, glamping, serta kabin. Pada Desember 2026, diperkirakan ada penambahan 200 hingga 300 pekerja, diikuti 80 sampai 120 pekerja pada kuartal kedua 2027 untuk pengoperasian wahana atraksi.

Kebutuhan staf juga berpotensi terus meningkat dalam jangka panjang ketika fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dan seluruh wahana pendukung beroperasi penuh.

Di sisi lain, perubahan nama dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature menandai penataan ulang arah serta tujuan destinasi berbasis ekowisata.

"EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat," ujar Direktur EIGER Nature Imanuel Wirajaya.

Pengembangan kawasan ini menerapkan pendekatan 3E yang mencakup ekologi, etnologi, dan ekonomi guna menjaga keseimbangan lingkungan serta memberikan dampak finansial bagi warga sekitar.

"Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E yakni ekologi, etnologi, ekonomi, edukasi, estetika, etika, dan entertainment yang menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, serta pengalaman pengunjung secara lebih menyeluruh," tutur Imanuel.

Melalui kerangka kerja tersebut, pengelolaan pariwisata diarahkan agar berjalan selaras dengan upaya pemulihan ekosistem, edukasi, serta pemberdayaan warga setempat.

"Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Imanuel.

Sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan sejak awal pembangunan, pengelola telah menanam lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, di samping menjalankan pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, penataan hidrologi, dan pengelolaan sampah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed