Ekskavasi Arkeologi di Lebanon Terhenti Akibat Konflik Israel-Hizbullah
Ekskavasi dan aktivitas arkeologi di sejumlah situs bersejarah Lebanon terpaksa dihentikan akibat meluasnya konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah, Kamis (3/9/2026). Padahal, berbagai penemuan artefak peninggalan masa kuno dilaporkan terus bermunculan di sejumlah wilayah negara tersebut.
Satu di antara temuan terbaru berada di Maasser al-Shouf, daerah pegunungan di tenggara Beirut. Tim arkeolog menemukan fondasi serta sisa kolom kuil Romawi dari abad pertama sebelum Masehi hingga abad kedua Masehi, yang kemudian difungsikan sebagai benteng pada era Perang Salib abad ke-12 hingga ke-13.
Lokasi kuil tersebut berada di jalur strategis yang menghubungkan pesisir Mediterania dengan Lembah Bekaa, berdekatan dengan kompleks kuil Romawi Baalbek. Reruntuhan kuil berukuran besar ini berhasil terungkap setelah penggalian dilakukan bersama tim universitas dari Italia.
"Sebuah sistem lengkap dibangun di sekitar kuil ini," kata Myriam Ziade, Pejabat kepurbakalaan Kementerian Kebudayaan Lebanon.
Lebanon menyimpan jejak peradaban kaya mulai dari era Fenisia, Persia, Romawi, Bizantium, Perang Salib, hingga kesultanan Arab-Islam. Namun, eskalasi militer setelah masuknya Hizbullah dalam konflik pada Maret lalu berlanjut pada serangan udara dan invasi darat Israel di wilayah selatan.
Kondisi keamanan yang memburuk mendorong UNESCO memasukkan sejumlah situs kuno Lebanon ke dalam daftar Warisan Dunia dalam Bahaya. Kawasan terdampak mencakup kota kuno Tyre yang memiliki peninggalan hippodrome abad kedua, serta lima benteng di Jabal Amel termasuk Benteng Beaufort yang direbut pasukan Israel pada Mei.
"Sekarang kami fokus melindungi warisan budaya yang terancam di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa, khususnya kawasan Baalbek," kata Sarkis Khoury, Kepala Kepurbakalaan Kementerian Kebudayaan Lebanon.
Ancaman bahaya di lapangan membuat kedatangan tim arkeologi internasional terhenti sepenuhnya dan membatasi kegiatan riset di wilayah selatan.
"Penggalian di daerah berbahaya telah dihentikan, dan misi arkeologi di seluruh Lebanon kini berada dalam periode aktivitas yang sangat minim, terutama di wilayah selatan," lanjut Sarkis Khoury, Kepala Kepurbakalaan Kementerian Kebudayaan Lebanon.
Meski kegiatan di area konflik terhenti, penggalian skala terbatas masih berlangsung di kawasan utara dan ibu kota. Di Batroun, arkeolog menemukan ruang dari era Fenisia, Persia, dan Romawi, alat pemeras zaitun Romawi, tambang batu kuno, hingga tembikar Yunani dan guci pelabuhan.
Sementara itu, penggalian di Beirut dilakukan beriringan dengan proyek pembangunan komersial dan pemukiman. Arkeolog Laure Salloum mencatat ditemukannya alat pemeras zaitun Romawi, pemandian Romawi berusia sekitar 2.000 tahun, serta pencarian bagian sisa hippodrome Romawi yang masih berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow