Perang Israel Hizbullah Hentikan Penggalian Arkeologi di Lebanon
Eskalasi perang antara Israel dan Hizbullah memaksa penghentian proyek penggalian arkeologi di sejumlah situs bersejarah Lebanon, meski penemuan harta karun kuno terus bermunculan di wilayah tersebut, dilansir dari Detik Travel pada Kamis (3/9/2026).
Situs Maasser al-Shouf di pegunungan tenggara Beirut menjadi salah satu lokasi temuan terbaru berupa fondasi kuil Romawi dari abad pertama sebelum Masehi hingga abad kedua Masehi. Lokasi ini kemudian sempat dialihfungsikan menjadi benteng pada era Perang Salib abad ke-12 hingga ke-13.
Proyek arkeologi yang berjarak dekat dari kompleks kuil Baalbek ini sebelumnya sempat diungkap melalui kerja sama dengan tim universitas asal Italia sejak 2022.
"Sebuah sistem lengkap dibangun di sekitar kuil ini," ungkap Myriam Ziade, Pejabat Kepurbakalaan Kementerian Kebudayaan Lebanon.
Area penemuan bersejarah tersebut berada di jalur strategis yang menghubungkan pesisir Mediterania dengan Lembah Bekaa. Kekayaan peninggalan era Fenisia, Persia, Bizantium, hingga imperium Arab-Islam kini berada dalam ancaman serius akibat serangan udara dan operasi darat militer Israel yang berlangsung sejak Maret lalu.
Kondisi keamanan yang memburuk membuat UNESCO menetapkan sejumlah landmark sejarah ke dalam daftar Warisan Dunia dalam Bahaya. Wilayah terancam mencakup kota kuno Tyre beserta arena hippodrome abad kedua, serta lima benteng di kawasan Jabal Amel termasuk Benteng Beaufort.
"Sekarang kami fokus melindungi warisan budaya yang terancam di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa, khususnya kawasan Baalbek," kata Sarkis Khoury, Kepala Kepurbakalaan Kementerian Kebudayaan Lebanon.
Ancaman militer di wilayah konflik membuat aktivitas tim peneliti internasional terhenti total. Sebagian besar misi ekskavasi terpaksa dibekukan demi keselamatan personel di lapangan.
"Penggalian di daerah berbahaya telah dihentikan, dan misi arkeologi di seluruh Lebanon kini berada dalam periode aktivitas yang sangat minim, terutama di wilayah selatan," lanjut Sarkis Khoury.
Meskipun aktivitas arkeologi di kawasan selatan lumpuh, kegiatan ekskavasi masih dapat berjalan terbatas di kawasan utara seperti Batroun. Peneliti menemukan alat pemeras zaitun Romawi, tambang batu kuno, serta artefak perdagangan era Fenisia dan Persia.
Sementara itu di Beirut, ekskavasi tetap berjalan beriringan dengan proyek pembangunan infrastruktur sipil.
"Pekerja kerap menemukan peninggalan sejarah saat proyek berlangsung, termasuk alat pemeras zaitun Romawi," kata Laure Salloum, Arkeolog.
Tim arkeologi di ibu kota saat ini terus melacak sisa struktur hippodrome kuno serta pemandian Romawi berusia 2.000 tahun yang ditemukan di area pembangunan kompleks hunian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow